Pelacur Asal Timur Tengah Lakukan Aktivitas di Kawasan Puncak

BERITAKITA.CO | Penyakit Masyarakat Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan wisata Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata sangat tinggi, setinggi kawasan wisata itu sendiri.

Kawasan berhawa sejuk yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan untuk berakhir pekan, saat ini mulai ramai didatangi oleh para pelacur berwarga negara asing.

Baca Juga : Pelacur Impor Kuasai Pasar Prostitusi Ibukota

Sekjen Badko (Badan Koordinasi) HMI Jabodetabek Rizki Permana mengatakan, keberadaan warga asing asal Maroko, Arab, India, Pakistan di kawasan Puncak Cisarua, selama ini tak tersentuh pemerintah.

“Pemkab Bogor tidak punya nyali untuk menegakkan aturan,” kata Rizki.

Ia menegaskan, pendatang warga asing, sudah menjadikan kawasan wisata Puncak sebagai basis untuk praktek kawin kontrak.

Bahkan kawasan berhawa sejuk dengan hamparan perkebunan teh ini sudah dijadikan area akitvitas seks.

“Kami minta kepada Pemerintah Pusat maupun Pemkab Bogor untuk mengkaji, apakah status visa mereka dan bagaimana mereka sampai lama di kawasan Puncak. Tidak ada tindakan tegas dari aparat pemerintah sebagai penegak aturan,”ujarnya.

Ia meminta adanya rapat gabungan baik dari masyarakat Bogor, mahasiswa, LSM dan tokoh-tokoh ulama, dan semua elemen lainnya, guna merumuskan langkah kongkrit.

Keberadaan warga asing dengan melakukan aktifitas seks, beberapa kali sudah di razia pihak Imigrasi.

Dari operasi tersebut, belasan wanita Maroko kedapatan melakukan aktivitas seks. Mereka yang tertangkap lalu dideportasi ke negara asalnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment