Indonesia Mendesak Masyarakat Internasional Melindungi Al Aqsa

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha C Nasir.

BERITAKITA.CO | Indonesia pekan depan akan mengusulkan adanya perlindungan internasional untuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk membantu menghindari bentrokan lebih lanjut antara pihak berwenang Israel dan warga Palestina, kata seorang pejabat pada hari Jumat(28/7).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan kepada wartawan bahwa Indonesia akan mendesak masyarakat internasional dan PBB untuk memberikan pengawasan dan perlindungan bagi Al-Aqsa.

Dia mengatakan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menyampaikan usulan tersebut pada pertemuan Selasa depan di Istanbul dalam pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Kita harus mendapatkan kepastian bahwa situasi Al-Aqsa secara bertahap semakin membaik,” kata Nasir.

Nasir mengatakan Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, terus menyerukan persatuan di antara negara-negara OKI untuk mempertahankan status quo Masjid Al-Aqsa dan mendorong kemerdekaan Palestina.

Dia mengutip upaya negara-negara OKI untuk mencari kemerdekaan Palestina setelah setengah abad mengalami pendudukan dari zionis Israel.

“Kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi, kita harus meningkatkan persatuan negara-negara OKI untuk bisa mendorong masyarakat internasional untuk menyelesaikan situasi di Palestina,” katanya.

Indonesia telah mengecam keras pembunuhan tiga orang Palestina dalam sebuah bentrokan di Yerusalem pekan lalu. Insiden tersebut dipicu oleh penutupan kompleks Al-Aqsa oleh Israel setelah dua polisi mereka terbunuh dalam baku tembak.

Pastor Gomar Gultom, sekretaris Dewan Gereja Indonesia (PGI), mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Yerusalem harus dilindungi oleh PBB karena kepentingan historisnya terhadap tiga agama: Kristen, Islam dan Yudaisme.

Dia mendesak umat Kristen dan Muslim Indonesia untuk datang bersama untuk membantu Palestina mendapatkan kemerdekaan, serta menilai konflik antara kedua negara sebagai penghalang kebebasan, bukan ketegangan religius.

Dia menekankan bahwa Israel harus menyerahkan situs paling suci ketiga Al-Aqsa – kepada umat Islam sehingga mereka dapat memenuhi kewajiban keagamaan mereka secara bebas dan nyaman.

“Ini adalah tempat ibadah dan patut diapresiasi,” katanya.

Dewan gereja tersebut juga mengatakan bahwa Israel harus tetap berada di dalam perbatasannya dan bukan melanggar wilayah Palestina.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment