Dua Remaja Dibunuh Satpam Kedutaan, Hubungan Yordania-Israel tegang

2.000 warga Amman Yordania mengantar jenazah remaja yang dibunuh oleh satpam kedutaan Israel [Foto: via Social Media]

BERITAKITA.CO | Pemerintah Yordania telah membuat keputusan untuk tidak mengizinkan duta besar Israel dan staf kedutaannya datang kembali ke Amman sampai “mendapatkan jaminan lengkap” bahwa petugas penjaga keamanan (satpam) kedutaan Israel yang menembak dan membunuh dua orang Yordania diadili di pengadilan Yordania, demikian seperti dilaporkan oleh media Yordania pada hari Kamis (27/7).

Anggota staf kedutaan Israel di Yordania, termasuk seorang satpam yang hanya disebut sebagai Ziv telah membunuh warga Yordania Muhammad Zakariya al-Jawawdeh, 17, dan Bashar Hamarneh, yang menyebabkan ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Menurut media Yordania, kepala Pengadilan Tinggi Kerajaan Yordania Fayez al-Tarawna mengkonfirmasi, bahwa pemerintah Yordania akan terus menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan undang-undang diplomatik internasional agar ” mencapai keadilan. “

Kantor berita resmi Yordania Petra melaporkan bahwa kasus tersebut telah diajukan ke jaksa penuntut untuk langkah-langkah hukum lebih lanjut, mengenai apakah satpam tersebut harus diserahkan ke tahanan Yordania.

Sementara itu, Israel menolak mengizinkan pemerintah Yordania untuk mempertanyakan satpam Israel yang terluka, dengan menyebutkan kekebalan diplomatiknya di bawah Konvensi Wina.

Anehnya, Israel sendiri sering mengabaikan ketentuan-ketentuan dari Konvensi Wina itu sendiri demi kepentingan politik zionisnya.

Hubungan antara Israel dan Yordania sudah tegang sebelum penembakan di Amman, karena pihak berwenang Israel telah memasang langkah-langkah keamanan yang menimbulkan protes besar  di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang sebenarnya dberada di bawah pengawasan dan perlindungan Yordania.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment