Hasil Survei : Muslim Amerika Merasa Diperlakukan Diskriminatif

BERITAKITA.CO | Di awal pemerintahannya, presiden Donald Trump ternyata telah menimbulkan banyak kecemasan di kalangan Muslim Amerika. Ada banyak laporan tentang kekhawatiran Muslim Amerika terhadap keberadaan mereka di kalangan masyarakat AS.

Sebuah survei yang baru saja dilakukan memberikan jawaban seperti apa respon masyarakat Muslim di Amerika, terhadap pemerintahan presiden Donald Trump dan kebijakannya.

Setengah dari 1.001 responden mengatakan bahwa pemerintahan Trump membuat hidup lebih sulit untuk menjadi seorang Muslim, dengan 48 persen mengatakan bahwa mereka telah mengalami setidaknya satu insiden diskriminasi dalam satu tahun terakhir.

Pew Research Center mengatakan dalam laporannya pada hari Rabu (26/7) bahwa umat Islam di AS “merasa dilakukan diskriminatif, mereka mencurigai Trump dan menganggap rekan mereka sesama Amerika tidak melihat Islam sebagai bagian dari masyarakat arus utama AS”.

Organisasi tersebut memperkirakan bahwa ada 3,35 juta Muslim dari semua umur yang tinggal di AS – meningkat dari sebelumnya sekitar 2,35 juta di tahun 2007 dan 2,75 juta pada tahun 2011.

Hampir dua pertiga Muslim Amerika yang disurvei mengatakan bahwa ada ketidakpuasan dengan arah kebijakan pemerintah AS, dan 74 persen mengatakan bahwa Trump tidak bersahabat dengan orang Muslim Amerika.

Ketika ditanya: “Apakah Donald Trump membuat Anda merasa khawatir?”, 68 persen menjawab ya.

Hasil survei ini adalah kebalikan dari survei sejak tahun 2011, ketika Barack Obama menjadi presiden AS. Di  mana sebagian besar umat Islam menganggap bahwa negara tersebut menuju ke arah yang benar dan memandang Presiden sebagai orang yang ramah terhadap mereka.

Sekitar enam persen responden warga Muslim ini melaporkan secara fisik mereka terancam atau diserang, kata Pew.

Seorang responden wanita Muslim, yang biasa mengenakan niqab, selubung yang menutupi wajah, mengatakan kepada Pew bahwa dia pernah diteriaki sebagai teroris di bus umum.

Hampir satu dari lima orang dilaporkan melihat grafiti (coretan-coretan pada dinding) berisi ujaran anti-Muslim di lingkungan mereka pada tahun lalu.

Lebih dari separuh responden mengatakan, media-media AS meliput Islam secara tidak adil.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment