Framing Berita dari CNN Indonesia

BERITAKITA.CO | Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Ahmad Syafii Maarif atau biasa dipanggil Buya Syafii berpendapat, politik Indonesia saat ini tidak beradab.

Pernyataan keras itu disampaikan Buya  menyikapi serangan-serangan yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo belakangan ini.

Serangan terakhir yang ditujukan kepada Jokowi adalah persoalan ketika  sang presiden membawa ketiga anaknya, seorang menantu, dan seorang cucu saatmelakukan kunjungan kerja ke Turki dan Jerman beberapa waktu lalu.

“Tujuannya itu jadi tidak sehat. Ini suasana tidak sehat. Ini politik kita tuna martabat,” ujar Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/7).

Beberapa hari setelah isu itu, pemerintah kembali dikritik keras karena menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Perppu ini memudahkan pemerintah membubarkan ormas anti-Pancasila.

Atas kebijakan itu, sekelompok pihak menyebut Jokowi anti-demokrasi.

Belum lagi permasalahan sejumlah rancangan undang-undang dan Perppu yang belum disahkan DPR menjadi undang-undang seperti Perppu pertukaran informasi keuangan, Ormas, dan RUU Pemilu.

“Beban Presiden kurus ini berat sekali,” katanya.

Menurut Syafii, penggorengan isu ini memang sudah dilakukan sejak lama, terutama untuk menghadapi Pemilihan Presiden 2019. Isu-isu ini perlahan digelontorkan tanpa memikirkan keberlangsungan Indonesia jangka panjang.

“Ini orang syahwat kekuasaan sudah tidak terbendung,” ucap mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.

Ia mengatakan, Jokowi dan jajarannya terbuka terhadap kritik. Namun, kritik sebaiknya ditujukan terhadap kinerja dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Syafii juga mengimbau parlemen melontarkan kritik yang membangun. Menurutnya, permasalahan yang kerap terjadi di pemerintahan karena banyak pihak mendahulukan kepentingan golongan.

“Pakai hati nurani kepentingan bangsa. Jangan kepentingan partai dan golongan,” tutur Syafii.

Demikian framing berita yang berhasil dilansir oleh CNN Indonesia, Senin (17/7).

Sesungguhnya contoh framing berita di atas merupakan perpanjangan dari teori agenda setting, yaitu semacam teknik yang dipakai wartawan atau penulis untuk melahirkan opini yang akan ditangkap oleh publik.

Secara praktis, framing di atas bisa dilihat dari cara wartawan memilih dan memilah bagian dari realitas dan menjadikannya bagian yang penting dari sebuah teks berita.

Dengan kata lain, framing berita menyangkut seleksi beberapa aspek dari realitas sosial dan menjadikannya menonjol dalam sebuah berita, dengan harapan terjualnya opini yang sedang diinginkan oleh wartawan maupun pihak pembelinya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment