Turki Peringati 1 Tahun Kudeta yang Gagal

Warga Turki berkumpul di jembatan di Istanbul yang telah menjadi tonggak kudeta yang gagal. [Foto:EPA]

BERITAKITA.CO | Turki memperingati ulang tahun pertama peristiwa kudeta yang gagal tahun lalu, di mana setidaknya 260 orang tewas dan 2.196 orang luka-luka.

Sebuah faksi tentara mencoba merebut kekuasaan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan namun usaha tersebut gagal total.

Sejak kudeta tersebut, pemerintah Turki telah memberhentikan lebih dari 150.000 pegawai dari lembaga negara dalam sebuah operasi pembersihan yang masih berlanjut hingga hari ini.

Dalam rangkaian acara tersebut yang akan berlanjut sampai fajar pada hari Minggu, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada sebuah sidang khusus parlemen bahwa 15 Juli 2016 adalah “Perang Kemerdekaan kedua”, menyusul konflik yang menyebabkan terciptanya negara modern di Tahun 1920-an.

“Sudah tepat satu tahun sejak malam paling gelap dan terpanjang di Turki berubah menjadi hari yang cerah, karena pendudukan musuh berubah menjadi legenda rakyat,” kata Yildirim. Demikian seperti dilansir oleh BBC.

Demonstrasi besar akan berlangsung pada hari Sabtu dan tanggal 15 Juli diumumkan sebagai hari libur tahunan.

Erdogan akan menghadiri sebuah demonstrasi di Istanbul, tepatnya di jembatan yag melintasi Bosphorus dimana kerumunan warga Turki menghadapi tentara kudeta pada saat itu. Jembatan ini telah diubah namanya menjadi Jembatan Martir pada 15 Juli dan presiden Erdogan akan meresmikan sebuah monumen “martir” di sana.

Kota Istanbul dipenuhi dengan papan reklame dan poster ulang tahun berukuran raksasa yang menunjukkan orang-orang yang menghadapi tentara pro-kudeta, dengan slogan anti-kudeta mengapit di antara menara mesjid.

Papan reklame dan poster memenuhi kota Istanbul dalam perayaan kudeta yang gagal. [Foto: AFP]

 

Erdogan kemudian akan kembali ke Ankara untuk menemui parlemen pada tengah malam (21:00 GMT), tepat satu tahun lalu ketika Erdogan diserang oleh para komplotan kudeta.

Dia akan meresmikan sebuah monumen untuk korban kudeta di istananya di ibukota saat fajar.

Pada tanggal 15 Juli tahun lalu, komplotan kudeta, yang dipersenjatai dengan tank, pesawat tempur dan helikopter, menyatakan bahwa mereka telah mengambil alih media pemerintah, dan membom parlemen dan lokasi penting lainnya.

Mereka mencoba menahan Erdogan saat dia berlibur di sebuah resor di Aegean, tapi Erdogan bergegas pergi dari sana dan kudeta berhasil digagalkan oleh warga sipil dan tentara yang setia kepadanya.

Presiden Erdogan memeriksa pasukan penjaga kehormatan saat tiba di Ankara. [Foto: EPA]

 

Pihak berwenang Turki menuduh sebuah gerakan yang setia kepada ulama Muslim, Fethullah Gulen, yang mengatur rencana tersebut.

Gulen, yang tetap tinggal di Amerika Serikat, membantah keterlibatannya dalam kudeta gagal tersebut.

Washington sejauh ini menolak seruan dari pihak berwenang Turki untuk mengekstradisi ulama tersebut.

Erdogan dan pendukungnya mungkin akan melihat kegagalan kudeta tersebut sebagai sebuah kelahiran kembali negara Turki.

Para kritikus dan pihak oposisi negeri khalifah ini mengatakan, Erdogan telah menggunakan pembersihan untuk membungkam perbedaan pendapat politik, dan pekan lalu ratusan ribu orang berkumpul di Istanbul dalam sebuah demonstrasi untuk melawan pemerintah.

Politisi oposisi Kemal Kilicdaroglu, mengutuk kudeta tersebut namun mengatakan tindakan yang diambil Erdogan sejak saat itu merupakan “kudeta kedua”.

Pada hari Jumat, pemerintah Turki melanjutkan operasi pembersihan dengan memecat 7.395 pegawai negeri karena dugaan adanya kaitan dengan apa yang mereka sebut kelompok teroris.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment