Kicauan Fahri Hamzah untuk Jokowi

BERITAKITA.CO | Melalui akun twiternya, wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah berkicau keras terkait dengan penerbitan Perppu yang dianggapnya bahwa negara telah mendominasi kebenaran dan tafsir.

Inilah kicauan dari Fahri Hamzah  yang telah disusun ulang oleh redaksi Beritakita.co

==================

Pak jokowi yth,

Kami turun ke jalan untuk menentang negara yang bekerja melalui jalan pintas.. mengorbankan hak2 rakyat..

Saya tidak rela pancasila didominasi maknanya oleh pejabat2 yang sedang berkuasa..dengan segala maaf saya akan lawan!

Dalam negara demokrasi negara tidak membuat tafsir resmi ideologi apalagi menuduh benar salah.. negara hadir memedia perdebatan..

Dalam negara demokrasi negara juga dikelola manusia yang bisa berbuat kesalahan dan korupsi.. negara bisa berbuat salah dan dikalahkan.

Dalam negara demokrasi negara tidak meletakkan diri di atas rakyat..negara tidak mendominasi kebenaran dan tafsir…

Perpu ini berlandas pada curiga kepada rakyat…juga kepada kelompok masyarakat…ini cara berpikir negara otoriter…

Rezim ini telah kehilangan akal untuk mengelola kompleksitas keadaan…menganggap jalan pintas pembubaran akan tertibkan keadaan..

Ternyata itu terjadi sekarang,

Di tangan seorang presiden sipil yang tidak nampak punya bakat menjadi tyran…tapi terjadi!

Kata mereka kalau @prabowo menjadi presiden kita akan mundur ke belakang..banyak yang termakan..kecemasan berhasil dijual..

Dulu ini yang mereka kampanyekan untuk mendiskreditkan pak @prabowo Karena memiliki latar militer…luar biasa..

Atau bahkan ibu mega dan gus dur yang hadir di masa yang pelik…keraiaman ditatap sabar…demokrasi harga mati…

Kita menyangka presiden @SBYudhoyono akan mengambil jalan pintas karena punya latar tentara, ternyata tidak.10 tahun kita merdeka..

Presiden Habibie adalah presiden yg membebaskan kehidupan masyarakat padahal UUD belum diamandemen. Media massa merekah..

Kita menyangka ini akan dilakukan oleh Habibie yang sering dituduh murid terbaik dari mantan presiden suharto. Ternyata tidak.

Karena yang hadir dalam pekat kejam rezim orde baru pasti tahu…negara mengintai jalan pintas untuk menertibkan kita.

Ini untuk mereka yang tidak hadir dalam melawan tirani orde baru dan otoritarianisme…sadarlah sejenak…kita dalam bahaya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment