Nelayan Kanada Tewas Terbunuh Setelah Menyelamatkan Ikan Paus

Ikan Paus yang Terjerat Jaring Ikan. [Foto: International Fund for Animal Welfare

BERITAKITA. CO | Seorang nelayan Kanada yang berusaha menyelamatkan puluhan ikan paus yang terjerat jaring ikan dilaporkan  tewas beberapa saat setelah melakukan penyelamatan tersebut.

Joe Howlett, dari Campobello Island, New Brunswick, Kanada berlayar ke lepas pantai timur provinsi itu pada hari Senin (10/7) untuk membantu menyelamatkan segerombolan ikan paus di kawasan Atlantik utara yang telah terjerat dalam jaring ikan, seperti dilansir oleh Guardian.

Penyelamatan itu sangat mendesak, dimana pada bulan lalu tujuh paus Atlantik utara ditemukan mengambang mati di Teluk St Lawrence, di Kanada. Dengan populasi global yang diyakini hanya sekitar 525 ekor, rangkaian kematian menunjukkan bahwa lebih dari 1% populasi paus tersebut telah  mati dalam beberapa pekan terakhir.

Howlett yang berusaha membantu membebaskan ikan paus, ternyata hanya membuat mamalia laut itu menjadi terkejut, kata Mackie Green dari Tim Penyelamat Paus Campobello. Keterkejutan dari ikas paus inilah yang mungkin membuat mamalia tersebut bereaksi hingga menewaskan Howlett. Demikian ucap Green seperti yang dikatakannya kepada Canadian Press.

Howlett sebelumnya telah menyelamatkan sekitar dua lusin paus selama 15 tahun terakhir, dengan memanfaatkan pengetahuannya yang mendalam tentang simpul dan tali untuk membebaskan mamalia tersebut dari perangkap jaring ikan.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Howlett telah membantu membebaskan paus Atlantik Utara lainnya di wilayah ini, temasuk memotong pancing yang terperangkap di mulutnya.

“Joe pasti tidak ingin kita berhenti karena ini,” kata Green, yang bergabung dengan Howlett untuk membentuk tim penyelamatan ikan paus pada tahun 2002. “Ini adalah sesuatu yang dia cintai dan tidak ada perasaan yang lebih baik daripada menyelamatkan ikan paus.”

Pada hari Selasa, departemen perikanan federal mengkonfirmasi bahwa Howlett terbunuh saat berada di salah satu kapal dan menggambarkannya sebagai “anggota penyelamatan paus yang tak tergantikan”.

Dalam sebuah pernyataan, departemen tersebut memberikan simpati dan ucapan duka cita terdalam kepada keluarga dan teman korban. “Mengambil bagian dalam operasi penyelamatan ikan paus membutuhkan keberanian yang sangat besar dan semangat untuk kelestarian mamalia laut tersebut,” catatnya.

“Ada risiko serius yang terkait dengan upaya penyelamatan. Setiap situasi unik, dan paus yang terjerat tidak bisa ditebak. ” ujarnya menjelaskan.

Ikan Paus yang Mati di Teluk St Lawrence, Kanada. [Foto: HO/AP]

 

Kematian Howlett terjadi di tengah musibah tewasnya tujuh paus Atlantik utara yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan lalu. Sebuah tim termasuk ahli biologi kelautan, ilmuwan federal dan ahli patologi, telah berlomba untuk mengetahui mengapa paus – yang tinggal di sepanjang pesisir timur Kanada dan AS dan dapat mencapai panjang hingga 16 meter (50ft), ada dalam kondisi tewas dan mereka berharap bisa menemukan petunjuk sebelum bangkai paus tersebut membusuk.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment