Prof. Romli : KPK Melemahkan Dirinya Sendiri

BERITAKITA. CO | Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM yang merupakan pakar hukum pidana dari Universitas Padjajaran Bandung, mengatakan bahwa dirinya pernah berbincang dengan mantan Ketua  KPK Taufiqurahman Ruki yang menyatakan ada 36 orang dijadikan tersangka KPK tanpa bukti permulaan yang kuat.

“Ini sampai 36, tidak mengerti saya. Level polsek saja tidak begini,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR RI terkait KPK di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa (11/7)

Namun, dia menjelaskan sebanyak 36 orang itu harus menjalani proses hukum ke pengadilan karena KPK tidak punya kewenangan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

“Semangat membentuk KPK itu hadir supaya lebih baik dari dua lembaga penegak hukum lain, yakni Polri dan Kejaksaan Agung. Tapi, lembaga itu ternyata bekerja tidak profesional. Saya tidak tahu nasib 36 orang itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Prof. Romli menyarankan Pansus Hak Angket DPR RI mengenai KPK juga memanggil Ruki, Zulkarnaen, Indriyanto, Adnan dan Warih untuk ikut bersaksi sebagaimana dirinya.

Prof. Romli mengatakan apa yang disampaikannya ini bukan untuk menghancurkan dan membubarkan KPK.

“Saya tidak mungkin melemahkan dan membubarkan KPK, kecuali KPK melemahkan dirinya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai bahwa setelah pertemuannya dengan sejumlah mantan pimpinan KPK saat itu, lantas berbagai kasus muncul, termasuk dua pimpinan KPK pun menjadi tersangka, yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Ketika itu, menurut Romli dirinya mengaku dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dimintai solusi bagaimana mengatasi masalah yang menimpa pimpinan KPK.

“Saya datang, dan menyatakan secara undang-undang kalau tersangka harus diberhentikan,” ujarnya.

Setelah itu, menurut Romli, Taufiqurrahman Ruki ditunjuk jadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK.

Saat itu, Romli pun mengatakan kepada Ruki bahwa ada banyak masalah di KPK, sehingga coba cek apa benar pekerjaan KPK sesuai aturan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment