Mendikbud : Jangan Ada Praktik Jual Beli “Kursi” di Sekolah

BERITAKITA.CO | Praktik jual beli “kursi” pada sejumlah sekolah favorit menjadi topik pembicaraan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Jika praktik itu masih berlangsung, tidak akan ada kompetisi bagi siswa.

“Jangan sampai ada jual beli kursi, itu tidak boleh, dan saya melarang keras,” kata Muhajir, usai menghadiri acara “Akhirussannah” di Pondok Pesantren Maskumambang Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (9/7), seperti dilansir oleh Antara.

Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini meminta agar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tidak melaksanakan praktik curang.

Ia mengaku, untuk PPDB pihaknya tidak memberi tekanan terkait sistem yang berjalan selama ini, dan Muhajir memberikan ruang kepada daerah masing-masing.

“Semisal ada sekolah yang sudah terlanjur menerima siswa lebih dari pagu, selama tidak banyak, hal itu masih dimaklumi. Sebab intinya tidak boleh ada yang tidak sekolah,” tuturnya.

Ia menekankan pemberlakuan kewajiban sekolah 12 tahun bagi semua siswa, dan tidak perlu ada alasan bagi siswa maupun siswa miskin yang tidak bisa sekolah.

“Intinya kami menjamin semua siswa harus sekolah, tidak boleh ada siswa yang tidak sekolah. Terutama siswa miskin,” ujarnya, menegaskan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment