Perjanjian Larangan Nuklir Disetujui oleh 122 Negara

BERITAKITA.CO | Perjanjian pelarangan senjata nuklir telah disetujui oleh sebanyak 122 negara. Perjanjian tersebut dilakukan di markas besar PBB di New york, Amerika Serikat, Jumat (7/7).

Perjanjian pelarangan itu dibuat untuk menghindari bencana hebat terjadi yang disebabkan oleh nuklir. Seperti yang pernah terjadi di masa silam, dunia menyaksikan betapa dahsyatnya akibat yang ditimbulkan oleh ledakan bom nuklir, ketika pasukan sekutu membombardir Kota Hiroshima dan Nagasaki.

“Sudah tujuh dekate, sejak dunia menyaksikan kekuatan senjata nuklir yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, sejak hari itu pertama kalinya (Konferensi) adanya seruan untuk melarang penggunaan senjata nuklir,” ungkap Ketua Konferensi PBB Whyte Gomez. Seperti dilansir The Guardian.

Namun, negara-negara yang masih memiliki senjata nuklir memboikot perjanjian tersebut. Salah satunya adalah Inggris, yang menunjukkan sikapnya dengan tidak menghadiri perundingan tersebut, padahal pemerintahnya telah mengklaim untuk mendukung perjanjian pelarangan senjata multilateral itu.

Perjanjian yang berisi 10 halaman tersebut akan dibawa dalam sidang majelis umum tahunan PBB pada September mendatang untuk mendapatkan tanda tangan dari negara-negara anggota yang telah menyetujuinya. Dalam waktu dua tahun, pengesahan dokumen perjanjian tersebut harus di dapat dari 50 negara yang diperlukan untuk dapat masuk ke dalam undang-undang internasional.

Negara-negara pendukung antinuklir percaya bahwa perjanjian larangan ini merupakan langkah penting untuk menuju dunia bebas nuklir.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment