Heboh, Seorang Remaja Nikahi Perempuan Berusia 70an Tahun.

Pasangan Pengantin Beda Usia Hampir 60 tahun

BERITAKITA.CO | Seorang remaja pria di Kabupaten Ogan Komering, Sumatera Selatan telah menikah dengan seorang wanita berusia 70an. Kejadian tak lazim ini  terungkap setelah video pernikahan itu beredar secara online.

Pengantin pria yang diperkirakan masih berusia 16 tahun ini dianggap masih di bawah umur, namun aparat desa mengizinkan “pernikahan yang tidak terdaftar” setelah pasangan tersebut dilaporkan mengancam akan melakukan bunuh diri.

Media-media lokal mengatakan kedua pasangan ini hidup berdekatan, saat si wanita merawat remaja itu ketika dia menderita penyakit malaria.

Cik Ani, kepala desa dimana pasangan ini tinggal, mengatakan kepada media bahwa “karena anak laki-laki masih di bawah umur, kami telah memutuskan untuk melaksanakan pernikahannya secara tertutup”.

Dia juga mengatakan bahwa pernikahan yang terjadi pada tanggal 2 Juli lalu adalah untuk “menghindari dosa perzinahan” antara anak laki-laki tersebut, yang bernama Selamat dan pasangannya, Rohaya, yang diperkirakan berusia sekitar 70an tahun.

Ayah anak laki-laki tersebut dilaporkan telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu sedangkan ibunya telah menikah lagi.

Ini adalah pernikahan ketiga bagi Rohaya dan dia memiliki beberapa anak dari dua suami sebelumnya, demikian menurut laporan media tersebut.

Yenni Izzi, seorang aktivis dari Women Crisis Center di Palembang yang berkampanye untuk mengakhiri pernikahan anak, mengatakan kepada wartawan BBC bahwa pernikahan tersebut adalah “kasus yang sangat tidak lazim”.

“Anak laki-laki itu memutuskan untuk menikah bukan karena alasan ekonomi atau fisik tapi karena dia memberinya perhatian dan cinta,” jelasnya.

“Dia belum cukup dewasa, jadi untuk mendapatkan perhatian dan cinta, dia mengira hidup bersama adalah jawabannya dan hidup bersama itu berarti menikah. ”

Pejabat daerah setempat telah menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut, namun tidak jelas apakah mereka akan mengambil tindakan untuk menentangnya.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, seperti dikutip oleh Jakarta Post mengatakan bahwa “tidak mungkin mereka menikah di kantor urusan agama karena mempelai laki-laki masih di bawah umur”.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan kepada Sriwijaya Post bahwa “di luar normal, ini adalah kesenjangan usia yang besar.

“Dalam banyak kasus, gadis-gadis yang menikah terlalu cepat. Tapi tentang pernikahan ini, antara seorang pria muda dan seorang wanita tua, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh lagi.”

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment