Putra Bungsu Joko Widodo Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kebencian

BERITAKITA.CO | Kaesang Pangarep dilaporkan ke pihak kepolisian atas ujaran kebencian. Perlu diketahui, Kaesang Pangarep adalah putra bungsu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Muhammad Hidayat adalah pihak yang mempermasalahkan ucapan Kaesang tentang ‘ndeso’. Menurut Hidayat, ndeso yang diucapkan Kaesang terasosiasikan dengan ujaran kebencian. Ndeso itu, lanjut dia, merupakan sebuah golongan masyarakat, masyarakat desa.

“Nah kalau satu golongan masyarakat desa itu dikonotasikan masyarakat rendah sehingga dia menjadi analogi mempersepsikan menjadi negatif, dasar ndeso lu dasar kampungan lu maka masyarakat desa menjadi sebuah image stigma bahwa masyarakat desa itu rendah,” kata dia menjelaskan.

Menurutnya, pelaporan itu sebagai bentuk kepedulian dirinya sebagai warga negara yang ingin berkontribusi pada kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya, terkait proses penegakan hukum yang berkeadilan.

“Jadi saya selaku warga negara merindukan untuk adanya proses penegakan hukum di Indonesia ini, tempat saya dilahirkan, kakek nenek saya juga sampai meninggal juga di tanah air ini itu menjadi sebuah negeri yang keadilannya ditegakkan,” katanya pada sejumlah wartawan, Rabu (5/7).

Hidayat menyatakan “Bahwa tidak boleh terjadi bahwa di mana penegakan hukum itu tumpul ke atas, tajam ke bawah sehingga orang-orang yang memiliki akses kekuasaan itu sulit tersentuh hukum, itu tidak boleh terjadi.”

Hidayat pun menganalogikan pelaporan atas putra presiden ini dengan pimpinan tertinggi Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian.  “Pak Tito kenapa yang dibidik Pak Habib Rizieq, ini sebuah kondisi yang seharusnya tidak terjadi,” kata dia.

Mengatakan masyarakat desa rendah, menurut dia merupakan ujaran kebencian membenci masyarakat desa. Sehingga menurut dia seseorang tidak bisa mengatakan dasar  ndeso menjadi konsumsi publik. “Kalau hanya berdua, eh kamu ndeso itu enggak apa-apa,” kata dia.

Dia pun membantah anggapan perihal bidikan putra presiden itu. Menurut Hidayat, dia bukan membidik orang tertentu, namun hanya melaporkan orang yang dirasa memang bersalah. Dia mengaku telah membuat banyak laporan atas nama dirinya di Polresta Bekasi.

“Simpel, boleh dicek di Polres Bekasi Kota, di Polda Metro Jaya, Mabes Polri apakah ada laporan dugaan pidana ujaran kebenciam, yang dilaporkan oleh Pak Muhammad Hidayat dari Bekasi di sana ada, ada yang terlapornya Ade Armando, ada yang terlapornya akun palsu, akun tidak dikenal,” kata dia menjelaskan.

Hidayat mengaku tidak memandang pelaku sebagai anak presiden atau siapapun. Segala macam tindakan yang dia anggap tindakan melontarkan ujaran kebencian di media sosial adalah kejahatan yang harus diberangus.  “Nggak terhitung kan ujaran kebencian di medsos itu, yang kalau kita mau lihat, kita kumpulin apakah di FB, IG, Youtube hampir 99 persen sasarannya Islam,” katanya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment