Jangan Konsumsi Obat Ini, Jika Tidak Ingin Kehilangan Ginjal Anda

BERITAKITA.CO | Obat memang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit yang kita derita. Namun, banyak obat-obatan yang tertanya bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal atau bahkan gagal ginjal akut. Apalagi jika kita mengosumsinya dalam dosis yang tinggi secara terus-menerus.

Selain berfungsi sebagai penyaring darah dan menyingkirkan limbah racun dalam tubuh, ginjal juga berperan dalam mengontrol tekanan darah, menstrimulasi produksi darah merah, dan mengatur kadar elektrolit dalam tubuh.

Gagal ginjal akut merupakan kondisi di mana fungsi dari kemampuan ginjal dalam menyaring dan membersihkan darah menurun secara drastis. Fungsi ginjal adalah menyaring limbah atau racun dalam darah, sehingga jika kita terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan, maka ginjal harus berkerja keras untuk menghilangkan efek obat yang masuk dalam tubuh kita. Hal ini sangat tidak baik bagi ginjal, karena dapat membuat kerusakan pada ginjal dan juga menurunkan fungsi ginjal.

Ada beberapa obat yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal jika tidak diperhatikan dengan hati-hati.

  1. Obat anti-inflamasi

Obat NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) biasanya digunakan untuk menurunkan demam, pembengkakan dan juga nyeri sendi. Cara kerja dari obat ini adalah dengan melebarkan pembuluh darah. Maka efek yang terjadi adalah mengurangnya aliran darah menuju ginjal, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal. Obat ini juga dapat langsung merusak jaringan pada ginjal jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Obat NSAID ini menjadi kerusakan pada ginjal karena mengandung, ibuprofen, celecoxib, naproxen dan indometasin.

Sebagain orang yang mengalami kerusakan pada ginjal yang diakibatkan karena mengonsumsi obat NSAID ini hampir tidak memiliki gejala, namun saat dilakukan tes darah barulah diketahui jika mereka mengalami kelainan pada fungsi ginjalnya. Sedangkan beberapa penderita lainnya mengalami gelaja seperti jarang buang air kecil, demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, keluarnya darah dalam urin, ruam, pembengkakan, rasa kantuk yang berlebihan serta mengalami kebingungan setelah mengonsumsi NSAID dalam waktu 3 sampai 7 hari setelahnya.

  1. Obat tekanan darah

Obat tekanan darah juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal anda, itu dikarenakan obat ini dapat memperlambat fungsi ginjal dalam menyaring darah dn menurunkan aliran darah menuju ginjal.

Obat-obatan ini berpengaruh dalam menyebabkan kerusakan pada ginjal. Adanya enzim pengubah angiotensin-ACE inhibitor seperti, Lisinopril, ramipril, captopril dan enalapril. Serta adanya penghambat reseptor angiotensin-ARB seperti candesartan, losartan dan olmesartan. Meski begitu, penggunaan obat ACE-Inhibitor dan ARB secara benar dapat digunakan untuk melindungi ginjal dari efek diabetes yang merusak ginjal.

  1. Antibiotik

Antibiotik memang digunakan untuk melawan bakteri penyakit yang menyerang tubuh. Namun, ada juga antibiotik tertentu yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Beberapa dari obat ini dapat memberikan efek samping pada ginjal lebih banyak dibandingkan yang lainnya seperti aminoglikosida, sefalosporin, amfoterisin B, bacitracin dan vankomisin. Obat ini dapat merusak sel ginjal dengan cara memecahkan selaput yang mengelilingi ginjal.

Jika mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang dan dalam dosis yang tinggi dapat mengakibatkan gelaja dari gagal ginjal diantaranya, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, mudah memar dan nyeri otot. Karena itulah, jika anda berobat kedokter, maka dokter terlebih dulu merekomendasikan pasiennya untuk melakukan tes darah agar mengetahui fungsi ginjal dan kadar obat dalam darah secara teratur.

     4. Jenis obat lainnya

Selain obat yang sudah dijelaskan di atas, ada juga beberapa obat lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, yaitu : asiklovir obat untuk mengobati infeksi virus, obat pencegahan heartburn dan omeprazole, obat kejang fenitoin dan obat allopurinol untuk asam urat, obat yang digunakan untuk kemoterapi, seperti cisplatin, carbloplatin, dan methotrexate.

Jika anda memang sudah rutin mengonsumsi beberapa obat-obatan yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya anda rutin berkonsultasi dengan dokter untuk dapat meminimalisir efek samping yang diakibatkan oleh obat tersebut. Karena dalam beberapa kasus, kerusakan pada ginjal memang masih dapat diatasi, namun pada sebagian yang lainnya terjadi kerusakan permanen dan untuk pengobatannya harus dengan melakukan transplantasi ginjal atau yang disebut dengan cangkok ginjal.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment