China : Kehadiran Kapal Perang AS di Laut China Selatan Adalah Provokasi Serius

USS Stethem Destroyer Berlayar Mendekati Triton Island [Foto: Reuters]

BERITAKITA.CO | China mengecam kehadiran sebuah kapal perang AS yang berlayar dekat dengan sebuah pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan yang diduduki oleh Beijing. China menyebut hal ini sebagai “provokasi politik dan militer yang serius”, sebuah langkah yang dapat membuat ketegangan lebih lanjut hubungan antara kedua negara.

Beijing mengirim kapal-kapal militer dan pesawat tempur untuk menanggapi kehadiran kapal perang AS, seperti dikatakan oleh juru bicara kementerian luar negeri Lu Kang dalam sebuah pernyataan pers Minggu malam (2/7) yang dilaporkan oleh, kantor berita Xinhua.

Kapal perusak USS Stethem berlayar kurang dari 12 mil laut (22 kilometer) dari Pulau kecil Triton di kepulauan Kepulauan Paracel, yang juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam. Kehadiran kapal tersebut adalah sebagai bagian dari kebebasan operasi navigasi, kata seorang pejabat AS kepada kantor berita AFP.

“Pihak China  mendesak pihak AS untuk segera menghentikan operasi provokatif semacam itu yang melanggar kedaulatan China dan mengancam keamanan China,” kata juru bicara China, dan menambahkan bahwa Beijing akan terus mengambil semua cara yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional, katanya pada kantor berita  Xinhua.

Dua belas mil laut adalah batas teritorial seuah negara yang diakui secara internasional. Berlayar dalam 12 mil tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa AS tidak mengenali klaim teritorial di sana.

Kehadiran kapal perang AS untuk mendekati dan berlayar di dekat pulau sengketa yang terletak di kawasan Laut China Selatan merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh AS sejak Trump menjadi presiden.

Yang pertama adalah pada tanggal 25 Mei, ketika USS Dewey, kapal perusak yang dilengkapi peluru kendali jarak jauh, berlayar kurang dari 12 mil laut dari Mischief Reef – bagian dari Kepulauan Spratly yang disengketakan di sebelah selatan Kepulauan Paracel.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai wilayah kedaulatan mereka, meskipun terjadi kontra-klaim dari Taiwan dan beberapa negara Asia Tenggara termasuk Filipina, Brunei, Malaysia dan Vietnam.

Kebebasan operasi navigasi dirancang untuk menantang kedaulatan negara dengan klaim terhadap wilayah yang disengketakan. Washington telah menantang aneksasi pulau-pulau di Laut Cina Selatan dan menganjurkan penyelesaian sengketa di kawasan tersebut secara diplomatik.

China baru-baru ini membangun fasilitasnya di Pulau Triton, termasuk lokasi pendaratan helikopter baru, menurut Inisiatif Transparansi Maritim Asia, bagian dari think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Trump telah memanfaatkan pujian pada Presiden China Xi Jinping, namun pemerintahannya juga telah meningkatkan tekanan pada Beijing karena dia telah merasa frustrasi, karena China belum berbuat banyak untuk menekan Korea Utara mengenai program nuklir dan misilnya.

Pada hari Kamis, pemerintah AS memberlakukan sanksi terhadap dua warga China dan sebuah perusahaan pelayaran China Karena dituduh membantu program nuklir dan rudal Korea Utara dan juga menuduh sebuah bank China mengucurkan uang untuk Pyongyang.

Trump dijadwalkan berbicara dengan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari Minggu sebelum pertemuan yang akan dia hadiri dengan kedua pemimpin di sela-sela pertemuan puncak Kelompok 20 di Hamburg, Jerman, pada hari Jumat dan Sabtu depan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment