Adakah Balas Dendam Politik Saat Pelantikan Gubernur Nanti

Mantan Gubernur Aceh protes penanganan hukum pemukulan terhadapnya tahun 2012 (Foto : Antara/ Azhari)

BERITAKITA.CO | Tepat lima tahun yang lalu, pada saat upacara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, pasangan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf  yang dilakukan (25/6/2012), terjadi sebuah peristiwa yang memalukan Aceh di pentas politik nasional.

Irwandi Yusuf yang mantan Gubernur Aceh sebelumnya, dipukul oleh Satgas PA. Irwandi Yusuf bahkan mengatakan pada berbagai media, bahwa dirinya telah dipukul beramai-ramai oleh massa Partai Aceh (PA) sesaat setelah keluar dari ruangan paripurna pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur di ruang DPR Aceh.

Akibat peristiwa memalukan tersebut, Irwandi dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan.

“Begitu saya tiba di teras Gedung DPRA, saya diteriaki macam-macam oleh ratusan massa PA, ada yang bilang saya pengkhianat dan caci maki serta umpatan terhadap saya. Kemudian tiba-tiba satu orang langsung memukul dan diikuti oleh sekitar 6 orang lainnya, untung ada polisi yang membantu melindungi saya dari pengeroyokan tersebut, sampai-sampai salah satu polisi juga terkena pukulan di kepalanya,” ungkap Irwandi.

Kejadian tersebut serta merta mencoreng wajah Aceh di pentas politik nasional. Aceh dianggap belum memiliki kedewasaan berpolitik, pasca diberikannya kewenangan untuk membentuk partai politik lokal untuk provinsi di ujung barat pulau Sumatera ini.

Belakangan ini, ada isu yang berkembang bahwa akan ada tindakan balas dendam politik dari kubu Irwandi atas apa yang pernah menimpanya lima tahun yang lalu. Isu juga dibumbui dengan adanya tindakan antisipasi dari kubu yang pernah melakukan pemukulan terhadap Irwandi.

5 Juli 2017 adalah tanggal dilaksanakannya pelantikan atas pasangan Irwandi – Nova yang baru saja memenangkan Pilkada Aceh dan khabarnya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Undanganpun telah disebar dan aparat keamanan juga sudah menyiapkan personil dan prosedur pengamanan yang sangat ketat, karena kehadiran orang nomor satu di republik ini.

Redaksi Beritakita hanya berharap, isu di atas hanyalah sebatas isapan jempol belaka. Redaksi juga berharap, kubu Irwandi bisa menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Aceh selama ini tetap terpelihara, serta bisa mempertahankan marwah Aceh di pentas politik nasional.

Masyarakat Aceh sudah mulai jenuh dengan kekerasan dan pembodohan. Mereka mengharapkan mesin pembangunan bisa dipacu sesegera mungkin dan secara optimal di masa pemerintahan yang baru ini.

Semoga Irwandi bisa menjaga amanah yang diberikan oleh rakyat Aceh kepadanya. Semoga Visi dan Misinya untuk mewujudkan Aceh Hebat bisa tercapai.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment