Pemerintah Federal Hawaii Menentang Penerapan Kebijakan Trump

BERITAKITA.CO | Kebijakan Trump yang melarang warga dari enam negara mayoritas Muslim untuk memasuki Amerika Serikat mendapat penentangan dari pemerintah Hawaii. Pemerintah Hawaii telah meminta hakim federal setempat untuk melakukan klarifikasi atas kebijakan imigran baru memasuki AS yang berlaku pada Kamis (29/6).

Hawaii telah mengajukan upaya untuk dapat mencabut secara permanen aturan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump ke pengadilan banding.

Kebijakan yang dianggap kontroversial itu dikeluarkan pertama kali oleh Trump melalui perintah eksekutif pada 27 Januari lalu. Sebelumnya ada 7 negara muslim yang termasuk dalam daftar larangan tersebut, yaitu Irak, Iran, Sudan, Suriah, Somalia, Libia dan Yaman.

Namun, Irak kemudian dihapus dari daftar larangan itu dengan alasan pemeriksaan visa telah dilakukan dan disertai dengan pemberian data melalui pemerintah negara tersebut.

Selain Hawaii, negera bagian Maryland dan Washington juga mengeluarkan keputusan yang menentang kebijakan imigran itu. Pada tanggal 12 Juni lalu, pengadilan tinggi yang menangani upaya banding AS menggelarkan keputusan untuk menguatkan pencabutan kebijakan imigran baru yang dinilai sangat bertentangan dengan undang-undang dan konstitusi.

Atas keputusan pengadilan tinggi, Trump bersikaras untuk tetap mempertahankan kebijakan imigran baru ke AS. Ia juga siap melawan semua pihak yang menentang kebijakan, yang disebut sebagai salah satu upaya untuk menjamin keamanan nasional dari terorisme.

Pekan ini, Mahkamah Agung AS telah mengizinkan perintah eksekutif Trump ditetapkan, ini dapat diartikan Trump mendapatkan kemenangan secara parsial.

Banyak negara bagian yang menentang kebijakan yang dikeluarkan Trump, karena dinilai melanggar konstitusi, kebijakan ini juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi, karena jumlah orang masuk ke AS menjadi berkurang secara drastis. Jumlah pendatang ke AS turun sebanyak lebih dari 23 ribu orang sejak awal 2017 lalu. Penurunan tersebut berpengaruh pada industri pariwisata AS yang diperkirakan akan kehilangan devisa sekitar 89,1 juta dolar AS.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment