Kardinal Australia Dituduh Melakukan Pelanggaran Seksual

Kardinal Goerge Pell. Dituduh Melakukan Pelanggaran Seksual. [Foto : abc.net.au]

BERITAKITA.CO | Pendeta tertinggi Katolik Roma di Australia, Kardinal George Pell, telah dikenai hukuman oleh polisi Australia atas tuduhan pelanggaran seks. Vatikan telah merilis sebuah pernyataan dukungan untuk Pell, dengan mengutip “kejujurannya”.

“Kardinal Pell menghadapi banyak tuduhan sehubungan dengan pelanggaran seksual,” kata wakil komisaris polisi Victoria, Shane Patton kepada media di Melbourne, Kamis (29/6)

Tingkat tuduhan yang dihadapi kardinal senior Vatikan belum diungkapkan oleh polisi. Namun, menurut Patton, “ada beberapa korban yang membuat pengaduan yang berkaitan dengan tuduhan tersebut.”

Australia News.com.au melaporkan mungkin ada 10 pengaduan dan menambahkan bahwa mereka yang menjadi korban, ada yang masih di bawah umur.

Tuduhan tersebut meluas sejak Pell menjadi Uskup Agung Melbourne.

Pell yang sekarang menjadi Kardinal,  tidak mengakui pelanggaran yang dituduhkan kepadanya tersebut,  dan dia telah membantah laporan yang beredar di media selama berbulan-bulan.

Sejak tahun 2014, Pell telah tinggal di Vatikan, di mana Australia tidak memiliki perjanjian ekstradisi, yang berarti kardinal Pell berpotensi menghindari penuntutan jika dia memilih untuk tidak kembali ke negara asalnya.

Namun, Gereja Katolik Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa “kardinal akan kembali ke Australia sesegera mungkin, untuk menghapus pencemaran namanya.”

Vatikan telah mengeluarkan pernyataannya sendiri, menekankan bahwa Paus Fransiskus menghormati  “kejujuran” dan “pengabdian energik” atas karyanya mengenai reformasi keuangan Gereja.

Ia kemudian menyatakan bahwa Pell telah “secara terbuka dan berulang kali mengutuk tindakan kekerasan yang tidak bermoral dan tidak dapat ditolerir yang dilakukan terhadap anak di bawah umur. Dia telah bekerja sama di masa lalu dengan pihak berwenang Australia, telah mendukung Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak, dan akhirnya, sebagai uskup di Australia, telah memperkenalkan sistem dan prosedur untuk perlindungan anak di bawah umur dan memberikan bantuan kepada korban pelecehan. “

Pell, 76, dipromosikan menjadi kardinal pada tahun 2003 dan tiga tahun yang lalu dia ditunjuk  sebagai bendahara Vatikan, yang dianggap sebagai orang ketiga yang paling berkuasa di belakang Paus.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment