ISIS Diambang Kehancuran Total di Suriah Utara

Tentara Suriah di kota Raqqa, Utara Suriah. [Foto : VT]

BERITAKITA.CO | Beberapa sumber informasi militer di lapangan mengatakan, pada hari Rabu (28/6) pasukan Angkatan Darat Suriah di provinsi Aleppo dan Raqqa serta kelompok militer dari Partai Demokratik Suriah yang dikuasai Kurdi di Raqqa, telah mendesak kelompok teroris ISIS di ambang kehancuran total di bagian utara negara tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pada saat pasukan Irak mengambil langkah terakhir menuju pembebasan penuh kota Mosul, ibukota ISIS di Irak, kelompok teroris ini juga mengalami hari-hari terburuk mereka di Suriah Utara.

Pembebasan kota Raqqa di Utara Suriah, tidak diragukan lagi akan menjadi sebuah kerugian besar dan menjatuhkan moral bagi ISIS, kata sumber tersebut.

Mereka menambahkan bahwa, kehilangan kota Raqqa tidak berarti akhir dari apa yang disebut ‘kekhalifahan’ bagi ISIS di Suriah Utara; “Namun, hilangnya Jalan Raya Ithriya-Salamiyah itu”. Demikian seperti dilansir oleh Veteran Today.

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok ISIS telah menggunakan jalan raya Ithriya-Salamiyah untuk mengangkut kebutuhan untuk pasukan mereka di Aleppo Timur dan Raqqa Barat, dan jika tentara Suriah berhasil menguasai jalur tersebut, maka para teroris tidak memiliki jalur pasokan ke dataran Maskana dan Khanasser atau tepi barat sungai Efrat.

Sumber tersebut menggarisbawahi bahwa jika ISIS kehilangan kota Raqqa dan jalur utama Ithriya-al-Salamiyah, kehadiran mereka di Suriah Utara akan segera berakhir.

Tentara Suriah telah meluncurkan operasi militer terbesarnya di wilayah Badiyeh (gurun pasir) dalam beberapa bulan terakhir, dengan sandi operasi “Faj al-Kobra”, untuk menghancurkan posisi teroris ISIS dan kekuatan pertahanan mereka.

Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya (Iran, Rusia dan Hizbullah) menguasai lebih dari ribuan kilometer tanah, termasuk puluhan kota dan posisi strategis termasuk  wilayah yang kaya sumber daya alam, di bagian Timur Homs, Hama dan Aleppo pada tahap pertama operasi mereka di wilayah Badiyeh.

Sementara itu, lebih dari separuh peralatan militer ISIS, termasuk sejumlah besar tank, kapal  dan konvoi kendaraan militer serta jalur transportasi dan komunikasi mereka, lumpuh dalam operasi gabungan jet tempur Suriah dan Rusia, yang memfasilitasi misi pasukan darat Suriah dan mengarah pada kemenangan.

Selain itu, serangan mengejutkan pasukan Suriah memaksa komandan ISIS untuk melarikan diri dari medan perang.

Sebuah sumber militer mengatakan bahwa serangan darat Suriah dan sekutunya yang dilakukan berulang kali, membuat ISIS harus keluar dari posisinya bahkan melarikan diri.

Pakar militer mengatakan bahwa kemajuan tentara Suriah di wilayah perbatasan dengan Irak khususnya terhadap kota Meridra yang diakui ISIS sangat penting, menunjukkan bahwa pasukan pro-pemerintah akan segera mengusir teroris dari negara yang sedang dilanda perang saudara tersebut.

Amin Hatit, seorang ahli militer, mengatakan bahwa kemajuan militer Suriah dalam perang melawan teroris di wilayah perbatasan negara tersebut dengan Irak menuju Utara, akan memperkuat kontrol tentara atas wilayah yang luas tersebut , antara kota Deir Ezzur dan kota Albu Kamal dan akan membuka jalan bagi pemulihan ketenangan dan keamanan yang sempurna untuk Palmyra, wilayah yang kaya sumber daya alam dan Badiyeh.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment