Sirup Cap Patung, Icon Hari Raya di Aceh

BERITAKITA.CO | Ada satu fenomena unik yang terjadi di Aceh, khususnya pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Saat itulah, salah satu icon Hari Raya khas Aceh muncul di pasaran, baik di toko-toko besar, super market, maupun kios-kios kecil pinggir jalan. Icon itu tak lain adalah sirup Kurnia cap patung, atau lebih dikenal dengan sebutan sirup cap patung atau sirup patung.

Redaksi Beritakita.co belum mendapatkan angka yang pasti, berapa ribu lusin sirup cap patung ini dikonsumsi oleh masyarakat Aceh pada setiap tahun, selama bulan puasa dan khususnya pada saat Hari Raya.

Menurut khabar yang beredar, awalnya pabrik pembuatan sirup Kurnia ini ada di Banda Aceh, tepatnya di kawasan Peunayong. Seorang warga keturunan China memulai bisnis pembuatan sirup ini dari usaha yang bersifat home industri.

Seiring berjalannya waktu dan adanya konflik di Aceh pada saat itu, usaha pembuatan sirup itupun terpaksa pindah ke Medan.

Tidak ada yang tahu secara persis, kenapa hampir semua orang Aceh menyebut sirup Kurnia  ini dengan sebutan sirup patung. Dan anehnya, sebutan itu sudah sangat melekat untuk sirup manis yang berwarna merah ini.

Patung Liberty yang menjadi simbol atau merk dari sirup Kurnia yang melekat pada kemasan botolnya, kemungkinan adalah salah satu pemicu mengapa orang Aceh memberi nama sirup ini dengan sebutan sirup patung.

Apapun makanannya pada saat lebaran, bagi orang Aceh minumannya tetap sirup patung. Semoga esok di Hari Raya, kita semua bisa mencicipi manisnya sirup patung ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment