Ekaterina Telepun, Pilot Cantik dari Rusia

Ekaterina Telepun. Sumber: RBTH

BERITAKITA.CO | Duduk di kokpit pesawat itu menyeramkan, terutama saat pendaratan, meski Anda tahu sebenarnya Anda hanya berada dalam sebuah simulator pesawat. Simulator pesawat penumpang ini menciptakan kokpit dan situasi penerbangan yang 99 persen mirip aslinya, perbedaannya hanyalah bahwa simulator terletak di hangar.

Pilotnya dapat mengatur kondisi penerbangan dan memilih pemandangan di jendela. Semua terasa nyata. Ketika pesawat “mendarat”, kokpit didorong ke depan dan pendaratan terasa cepat hingga orang yang berdiri di balik kursi pilot merasa geli dan tegang.

Yang duduk di kursi kemudi adalah gadis cantik berusia 25 tahun, Ekaterina Telepun, salah satu pilot wanita termuda maskapai Aeroflot. Ia adalah kopilot Airbus A320, dan jemarinya dengan cepat dan tangkas berpindah-pindah dari tuas-tuas dan tombol-tombol untuk mengatur lintasan, kecepatan, dan ketinggian pesawat. Katya (panggilan Ekaterina) terlihat sangat muda dan lembut, menyerupai kadet baru di pakaian pilotnya. Ia juga mirip kopilot Alexandra di film sukses Rusia, Flight Crew (2016), di mana ia memilih profesi yang didominasi laki-laki dan sering menghadapi diskriminasi. Demikian seperti dilansir oleh rbth.com (22/6).

“Anda juga menyadari itu (potret diskriminasi wanita di Flight Crew)? Saya rasa itu diskriminasi, tapi yang seperti itu hanya terjadi di film. Di kehidupan nyata sangat berbeda…”

Katya memilih untuk tidak menonton film yang menampakkan pesawat berada di ambang kehancuran dan seorang mantan agen rahasia elite menyelamatkan semua orang. “Ketika masih di akademi, saya sering menonton Air Crash Investigation, yang sangat berguna untuk studi saya. Menarik untuk mengamati kesalahan orang lain.”

“Saya dulu tinggal di Kiev dan masuk akademi penerbangan segera setelah lulus sekolah. Saya satu-satunya perempuan di kelas saya. Omong-omong, saya tidak pernah dengar ada sampai lima atau enam perempuan di kelas (penerbangan) di Ukraina dan Rusia. Kenapa? Mereka tidak mau, saya rasa. Atau mereka merasa itu hal yang mustahil. Saya sering ditanya, ‘apakah diskriminasi terjadi di Rusia?’ namun tidak ada halangan; tidak ada yang pernah mendiskriminasi saya. Satu-satunya hal yang Anda butuhkan adalah kesehatan.”

Ia menceritakan saat ia menjalani tes di akademi penerbangannya, di mana ia harus melalui 360 pertanyaan psikologi, tes kesehatan, dan tes epilepsi. “Saya harus duduk di kursi di ruangan gelap. Kemudian lampunya nyala, dan mulai berkelap-kelip. Anda harus melihatnya dan tidak boleh menutup mata.”

Ketika Katya berada di dalam simulator, muka lembutnya menghilang, dan ia mulai menunjukkan fokus dan determinasi. Ketika diminta menyebut berapa banyak pilot wanita di perusahaannya, jawabannya: sekitar 20 dari total 2.353 pilot. Lima dari 20 itu sudah menjadi kapten, namun Katya tidak mengenal mereka secara pribadi. Terkadang mereka berpapasan satu sama lain saat pengarahan penerbangan.

“Perusahaan tidak pernah menempatkan dua pilot perempuan dalam satu kru penerbangan. Ini karena alasan kecocokan… Saya tidak bisa benar-benar menjelaskan kenapa. Namun, di era Uni Soviet, boleh ada dua pilot perempuan dalam satu kru. Saya sempat melihat fotonya sekali – hanya ada wanita (di foto).”

Kebanyakan orang Rusia berpikir bahwa gagasan seorang pilot perempuan itu konyol dan aneh, hampir mirip dengan ide perempuan mengendarai tank. Para pramugari mengatakan Katya bahwa penumpang langsung diam ketika di pengeras suara Katya mengatakan bahwa ialah pilot mereka. Tapi belum ada yang sampai keluar dari pesawat.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment