Bom Mobil Mengguncang Afghanistan

Sebagian besar korban adalah warga sipil, menurut gubernur Helmand [Noor Mohammad/AFP]

BERITAKITA.CO | Sedikitnya 29 orang tewas setelah sebuah bom mobil meledak di luar sebuah bank di Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand, Afghanistan selatan, kata gubernur provinsi tersebut.

Sedikitnya 60 orang terluka dalam serangan di luar gedung New Kabul Bank  cabang setempat dan sebagian besar korban adalah warga sipil, kata Hayaullah Hayat.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12 siang waktu setempat (pukul 08:00 GMT), menurut juru bicara gubernur Omar Zwak, saat warga sipil dan anggota pasukan keamanan mengantri untuk mengambil uang mereka.

Ledakan yang berasal dari sebuah bom mobil, menciptakan sebuah jejak  yang penuh dengan puing-puing hangus dan membuat gumpalan asap tebal di udara. Demikian dilansir oleh Aljazeera, Kamis (22/6)

Bank tersebut diyakini sedang ramai dikunjungi para nasabah menjelang liburan Idul Fitri. Dilaporkan ada banyak Tentara Nasional Afghanistan di dalam bank pada saat ledakan tersebut terjadi.

Petugas medis dan orang yang berada dekat ledakan mencoba untuk membantu orang-orang yang terluka, yang berserakan di antara orang mati. Ambulans dan mobil pribadi mengangkut para korban ke rumah sakit.

“Warga sipil dan militer termasuk di antara yang terluka,” kata Zwak.

Belum ada klaim dari pihak tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Rob McBride dari Al Jazeera yang membuat laporan dari Kabul, mengatakan bahwa New Kabul Bank telah ditargetkan sebelumnya. “Bank ini menangani pembayaran gaji untuk pasukan keamanan Afghanistan,” katanya.

“Karena sudah ditargetkan sebelumnya, keamanannya sangat ketat, tapi tak ada yang bisa Anda lakukan dengan bom mobil yang diledakan di luar bangunan.”

Washington diperkirakan akan mengumumkan peningkatan penempatan pasukan militer AS untuk memperkuat pasukan Afghanistan.

Pasukan AS di Afghanistan sekarang berjumlah sekitar 8.400 dan ada 5.000 lainnya dari sekutu NATO, jauh berbeda dengan kehadiran AS enam tahun yang lalu, di mana mereka menempatkan lebih dari 100.000 pasukan.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis bulan ini mengakui bahwa Amerika masih “belum menang” di Afghanistan setelah hampir 16 tahun invasi pimpinan AS menggulingkan rezim Taliban.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment