Haji Uma Tinjau Pos Operasi Ramadniya Rencong 2017

Haji Uma saat melakukan peninjauan di Pos Operasi Ramadniya Rencong 2017 di Lambaro Aceh Besar

BERITAKITA.CO | Anggota Komite 2 DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, melakukan peninjauan terhadap beberapa pos operasi Ramadniya Rencong 2017 yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Operasi Ramadniya Rencong 2017 adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah Aceh yang bekerja sama dengan instansi terkait dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas serta memberi rasa aman dan nyaman selama perayaan Idul Fitri 1438 H.

“Salah satu di antara pos yang kami cek kesiapannya yaitu pos operasi Ramadniya Rencong Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Kami melihat situasi di sana sudah cukup baik. Kami diterima langsung oleh penanggung jawab pos yaitu  Kapolsek Ingin Jaya Iptu. Nuzu Fitra.” Demikian disampaikan oleh Haji Uma kepada redaksi Beritakita.co, Rabu( 21/06/2017).

Menurut Kapolsek Ingin Jaya,  pos ini mulai difungsikan dari H min 5 sampai H plus 10 lebaran. Nantinya, pos tersebut bisa melayani para pemudik yang lelah, sakit atau ingin meminta Informasi. Di samping kelengkapan dari berbagai jajaran, kami juga dilengkapi  jaringan komputer dalam upaya percepatan akses data dan informasi.

“Kami berharap kepada masyarakat pemudik semoga senantiasi dapat mengendalikan diri dalam perjalanan dan mengutamakan keselamatan. Lebih baik, kalau sudah merasa lelah jangan dipaksakan, pilihlah beristirahat di pos Ramadniya supaya tidak terjadi musibah di jalan yang bisa berakibat fatal,” kata Haji Uma.

Haji Uma juga menjelaskan, dari berbagai data yang kami kumpulkan ternyata angka kecelakaan di jalan raya di Indonesia sangatlah tinggi. Di Aceh bahkan mencapai 52 persen pada tahun 2016, artinya kalau dikalkulasikan mencapai 850 orang korban lebih pertahun.

Maka, di tahun ini kami harap angka kecelakaan di jalan raya bisa menurun. Kami juga berharap adanya peningkatan kesadaran dan kedewasaan masyarakat dalam berkenderaan.

“Angka kematian di jalan karena kecelakaan di Indonesia sampai saat ini tercatat lebih besar dibandingkan akibat penyakit. Bahkan, korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat ini didominasi usia produktif 16-30 tahun. Ini sangat  disayangkan,” menurut Haji Uma.

Berdasarkan data Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada 2015 sebanyak 98.970 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 26.495 jiwa. Dari rincian tersebut, setiap hari terdapat rata-rata 72 korban Jiwa.

Sementara itu, data dari Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015), menyebutkan, setiap tahun terdapat 1,25 juta orang meninggal dan 50 juta orang luka berat akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di seluruh dunia. Dari total jumlah korban tersebut, 90 persen diantaranya terjadi di negara berkembang.

Melihat besarnya angka dari kecelakaan jalan raya dan dampaknya bagi masyarakat khususnya keluarga korban, sudah selayaknya semua stakeholder menyatukan visi untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap keselamatan di jalan raya.

“Dalam hal ini juga kami berharap kepada seluruh pemuda dan remaja di Aceh agar tidak melakukan balapan liar dan dan kebut-kebutan di jalan,” pesan Haji Uma.

Kunjungan Haji Uma kali ini adalah dalam rangka kunjungan kerja Komite 2 DPD RI, di mana beliau merupakan salah satu anggota didalamnya. Kunjungan ini juga sesuai dengan instruksi dari lembaga dan ini juga merupakan ruang lingkup tugasdari  Komite 2 DPD RI.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment