Arab Saudi Tunjuk Mohammed bin Salman Jadi Putra Mahkota

BERITAKITA.CO | Raja Arab Saudi Salman telah menunjuk anaknya, Mohammed bin Salman, sebagai pewaris, dalam sebuah reshuffle besar-besaran yang diumumkan pada hari Rabu (21/6), demikian diberitakan oleh media setempat.

Keputusan kerajaan kaya minyak tersebut menyingkirkan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, 57 tahun, yang merupakan keponakan sang raja dan menggantikannya dengan Mohammed bin Salman, 31, yang sebelumnya adalah wakil pangeran mahkota, merupakan sesuatu yang menghebohkan.

Menurut kantor berita resmi Saudi Press, pangeran mahkota yang baru diumumkan juga ditunjuk sebagai wakil perdana menteri dan masih mempertahankan jabatannya sebagai menteri pertahanan.

Namun, mantan putra mahkota sebelumnya  dipecat dari jabatannya sebagai menteri dalam negeri, kata keputusan yang telah ditetapkan oleh raja Salman.

Raja Saudi meminta sebuah janji publik untuk kesetiaan kepada pangeran mahkota baru tersebut pada hari Rabu, kata kantor berita tersebut.

Beberapa pengamat kerajaan telah lama menduga bahwa Mohammed bin Salman akan segra naik ke tampuk kekuasaan di bawah pemerintahan ayahnya. Penunjukkan ini jugadiyakini untuk mempercepat kenaikan putra mahkota ke tahta kerajaan mengingat kondisi kesehatan yang dialami raja Salman saat ini.

Mohammed bin Salman, 31, juga diangkat menjadi wakil Perdana Menteri. Foto AP.

Pangeran muda itu awalnya kurang dikenal oleh publik  sebelum Salman menjadi raja pada bulan Januari 2015. Dia sebelumnya bertugas di istana ayahnya ketika Salman masih menjadi putra mahkota.

Selama akhir pekan, raja telah mengeluarkan sebuah keputusan untuk merestrukturisasi sistem pemerintahan Arab Saudi serta menyingkirkan Mohammed bin Nayef dari sistem pemerintahan.

Mohammed bin Nayef muai tersingkir dari perhatian publik Arab Saudi saat  Mohammed bin Salman, memulai kunjungan ke luar negeri, termasuk sebuah perjalanan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump pada bulan Maret lalu.

Kunjungan ke Washington tersebut membantu meletakkan dasar bagi kunjungan Trump ke Arab Saudi pada bulan Mei, yang menandai kunjungan pertama presiden Trump ke luar negeri.

Perjalanan itu dipromosikan dengan ketat oleh kerajaan sebagai bukti beratnya konflik dan permasalahan di kawasan Timur Tengah dan dunia muslim pada umumnya

Permasalahan Yaman dan Iran

Terlepas dari ambisi Mohammed bin Salman, yang ingin merombak kebijakan ekonomi kerajaan untuk melepaskan diri dari ketergantungannya pada minyak, pangeran tersebut telah menghadapi kegagalan dan kritik kuat atas perang di Yaman, di mana dia bertanggung jawab sebagai menteri pertahanan.

Perang yang berkobar lebih dari dua tahun yang lalu, telah gagal mengusir pemberontak sekutu Iran yang dikenal sebagai Houthi dari ibu kota, Sanaa, dan memiliki dampak buruk pada negara miskin tersebut.

Selain itu, perang yang memalukan tersebut juga telah banyak menguras cadangan devisa yang dimiliki oleh kerajaan Arab Saudi.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa pasukan Saudi telah membunuh sejumlah warga sipil Yaman dan telah meminta AS, Inggris dan Prancis, untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi yang dapat digunakan dalam perang Yaman.

Pangeran mahkota yang baru saja ditunjuk tersebut juga mengesampingkan kemungkinan dialog dengan Iran.

Dalam sambutannya yang disiarkan di TV Saudi pada bulan Mei, Mohammed bin Salman memprovokasi ketegangan dengan Iran dalam hal sektarian dan mengatakan bahwa Iran bermaksud untuk mengendalikan dunia Islam dan menyebarkan doktrin Syiahnya. Dia juga bersumpah untuk berperang dengan Iran.

Persaingan Iran dan Arab Saudi telah terjadi dalam perang proxy di seluruh kawasan tersebut.

Mereka berada di sisi yang berlawanan dalam perang di Suriah dan Yaman dan mereka juga bersaing secara politik di Lebanon, Bahrain dan Irak.

Konflik telah memperdalam permusuhan antara Sunni-Syiah garis keras di kedua belah pihak.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Comments

  1. Pingback: Profil Mantan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Nayef | BERITAKITA.CO

Leave a comment