Songket Aceh, Permata yang Hampir Hilang

BERITAKITA.CO | ACEH, memiliki banyak kebanggaan yang ada dibuminya. Dari kebudayaan, keseniaan, adat istiadat, flora fauna, sifat heroik melawan penjajah hingga kehebatan kerajinan tangan, salah satunya adalah songket Aceh.

Songket Aceh merupakan kain yang penuh makna. Lewat motif-motifnya, songket Aceh ini menjelaskan bagaimana falsafah kehidupan masyarakat Aceh yang dikenal religius. Motif songket Aceh ini juga hampir tidak pernah ditemukan dengan corak binatang maupun manusia, ini dikarenakan Islam merupakan bagian dari landasan yang dipegang teguh oleh masyarakat Aceh, namun corak yang digunakan untuk motif dalam pembuatan kain songket Aceh berasal dari unsur alam yang tidak bernyawa misalnya, flora dan awan. Pada setiap motif songket Aceh ini memiliki makna yang berbeda-beda, tetapi tidak semua dapat diungkapkan.

 

Proses Pembuatan Songket Aceh

Siem, sebuah desa di Aceh Besar yang menjadi wilayah pertama yang mengembangkan kerajinan songket Aceh. Kain Tenun Siem merupakan songket yang sangat bagus dan cantik, karena menggunakan sutra sebagai bahan baku utamannya, serta benang emas dan perak digunakan untuk motifnya. Kain songket Aceh juga sangat menawan, karena memiliki variasi warna, corak dan motif hias yang eksotis.

Beberapa motif songket Aceh seperti, pucok reubong dan awan berarak, memiliki makna sebagai simbol kesuburan, kebersamaan dan gotong royong. Motif Bungong mempunyai makna petikan dari ayat-ayat suci Al-Qur’an yang biasanya digunakan untuk penutup kepala dan selendang bagi perempuan. Sedangkan motif delima yang menggambarkan salah satu buah yang ada di surga.

Songket Aceh memiliki ciri khas perpaduan tiga warna, yaitu kuning/emas melambangkan kejayaan, merah melambangkan keberaniaan dan hijau melambangkan kemakmuran. Songket Aceh menjadi pelengkap pakaian adat Aceh yang sering digunakan dalam hajatan besar. Songket ini juga menjadi benda sakral yang perlu ada dalam adat pernikahan masyarakat Aceh.

Namun, keberadaaan songket Aceh kini kian terancam karena kurangnya minat generasi muda sekarang, serta kurangnya perhatian pemerintah terhadap peninggalan leluhurnya. Semoga kebanggaan dari songket Aceh ini tetap dapat dilestarikan. Jangan sampai hanya karena pergeseran zaman, Aceh kehilangan permata yang berharga. Semoga bermanfaat.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment