Kisah Inspiratif Ramadhan

BERITAKITA.CO | Seseorang yang sudah sangat lama bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi sebagai kepala tukang, bermaksud untuk mengajukan pensiun kepada pimpinan perusahaannya.

Dia merasa fisiknya sudah mulai melemah dan tidak sanggup lagi bekerja secara optimal. Dia juga ingin menikmati hidup dan menghabiskan sisa waktunya untuk keluarganya.

Pimpinan perusahaan merasa terkejut dengan permohonan yang diajukan oleh sang kepala tukang. Dengan bijak si pimpinann menyetujui keinginan karyawannya tersebut dengan satu persyaratan.

“Apa persyaratannya Boss?” tanya sang kepala tukang kepada pimpinannya.

“Tolong kamu buatkan satu unit rumah lagi di area baru yang sedang kita garap” jawab si pimpinan.

Selama beberapa bulan, si tukang bangunan bekerja untuk memenuhi keinginan pimpinan  perusahaannya agar bisa segera pensiun.

Keinginan untuk segera pensiun, membuat dia sedikit lalai dalam pekerjaannya. Dia seperti ingin segera atau terburu-buru menyelesaikan pembuatan rumah tersebut, sehingga dia mengabaikan kualitas pekerjaannya.

Dalam waktu yang relatif lebih singkat, jadilah rumah tersebut. Tapi, ada sedikit yang mengganggu fikirannya, karena rumah yang dibangunnya terlihat kurang rapi dan kokoh seperti rumah-rumah lain yang pernah dibuatnya.

“Ah.. masa bodoh, yang penting rumah sudah selesai dan saatnya untuk pensiun”, bisik sang tukang dalam hatinya.

Pada saat sang pimpinan datang berkunjung ke lokasi pembuatan rumah, dia merasa senang dengan apa yang telah dikerjakan oleh anak buahnya.

“Boss, rumah sudah selesai dan ini kuncinya” kata sang tukang kepada pimpinan perusahaan.

Dengan senang hati si pimpinan menerima kunci rumah tersebut dan langsung menyerahkan amplop tebal berisi uang kepada si tukang.

“Ini adalah uang hasil jerih payahmu untuk menyelesaikan rumah ini”, ujar sang pimpinan sambil menyerahkan amplop kepada si tukang.

“Karena selama ini kamu belum memiliki rumah, kunci dan rumah ini juga menjadi milikmu, sebagai penghargaan atas kejujuran dan kesetiannmu kepada perusahaan”, lanjut sang pimpinan sambil melangkah pergi meninggalkan sang tukang.

Dalam keadaan terkejut, si kepala tukang terlihat meneteskan air matanya. Ada penyesalan mendalam atas apa yang baru saja dia alami.

“Mengapa aku buat rumah ini secara asal-asalan” bisiknya sedih dan menyesal dalam hati.

Ada pelajaran inspiratif atau hikmah yang bisa kita dapat dari kisah di atas.

Ibadah yang kita kerjakan di dunia ini tak lain adalah sebuah rumah yang sedang kita bangun untuk tempat tinggal kita kelak, setelah kita pensiun dari kehidupan dunia.

Kita pasti akan menyesal begitu kita tahu bahwa rumah yang akan kita tempati kelak tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita dan kita juga berharap jangan sampai hal itu terjadi.

Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment