Hadapi Ancaman ISIS, Indonesia, Malaysia, Filipina Akan Patroli Laut Bersama

BERITAKITA.CO | Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan bahwa Indonesia ingin membangun patroli bersama dengan Filipina dan Malaysia untuk perlindungan terhadap gangguan teroris. Hal itu terjadi karena TNI mengatakan ada sel-sel tidur teroris di seluruh Indonesia. Patroli tersebut bertujuan untuk melindungi wilayah perairan teritorial Indonesia.

Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa dia dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan membahas masalah ini minggu depan dengan rekan-rekan mereka dari Malaysia dan Filipina.

Pertemuan tersebut akan berlangsung di Pulau Tarakan, Indonesia, dan ada agenda  kesepakatan untuk meningkatkan patroli bersama.

Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara terlihat waspada sejak kelompok yang berafiliasi dengan ISIS mencoba merebut kota Marawi di Filipina selatan.

Pada hari Selasa (12/6/2017), militer Filipina menyatakan bahwa kelompok teroris masih menguasai 20 persen kota Marawi.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Eduardo Año mengatakan kepada Manila Times bahwa tiga teroris teratas Grup Maute yang bertujuan merebut Marawi pada hari pertama bulan Ramadan, berencana untuk membunuh banyak non-Muslim dan menciptakan sebuah kekhalifahan Islam. Namun mereka gagal dalam pertempuran dengan militer Filipina dan telah menyebabkan hampir 200 teroris tewas, menurut surat kabar tersebut.

Meski begitu, Panglima TNI mendesak semua orang untuk berhati-hati dan waspada.

“Sangat mudah untuk melintas dari Marawi ke Indonesia dan kita semua harus berhati-hati terhadap sel tidur yang diaktifkan di Indonesia,” kata Nurmantyo kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip oleh Reuters.

“Jika Filipina menang, Indonesia akan mendapat dampak dari militan yang kabur, namun jika Filipina kalah, Mindanao (pulau tempat Marawi berada) akan menjadi basis ISIS regional yang kuat yang akan mengancam Indonesia.

ISIS memiliki banyak sel tidur  di hampir setiap provinsi di  Indonesia, yang merupakan rumah bagi 12 persen Muslim dunia, menurut Nurmantyo.

“Setelah diobservasi, kita lihat bahwa di hampir setiap provinsi sudah ada sel ISIS, tapi itu sel tidur,” katanya.

Namun, bahaya dari sel-sel tidur tersebut “dapat dengan mudah bergabung dengan sel radikal lainnya,” tambahnya, Dia juga mengatakan bahwa hanya provinsi Papua yang didominasi Kristen yang tidak memiliki keberadaan sel ISIS.

Bukan hanya Indonesia, Filipina dan Malaysia  yang khawatir atas kejadian di Marawi. Pada hari Senin, Singapura mengatakan telah menangkap seorang perempuan yang dicurigai akan bergabung dengan ISIS. Ini adalah wanita pertama yang ditahan atas tuduhan bergabung dengan kelompok teroris ISIS di negara kepulauan tersebut.

ISIS diketahui berperan aktif dalam serangkaian teror ringan di Indonesia dan yang terbaru, adalah bom bunuh diri kembar di  terminal bus Kampung Melayu  Jakarta pada Mei 2017 yang menyebabkan tiga polisi tewas.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment