Bawa Paket Ganja, IRT Asal Aceh Ditangkap Polisi

BERITAKITA.CO | Satnarkoba Polres Bukittinggi menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial NB (42), asal Aceh Utara, saat turun dari bus antar provinsi di loket Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) Simpang Limau, Jalan Sukarno–Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, karena diduga ia merupakan kurir narkoba, Senin (12/6/2017).

Ibu rumah tangga tersebut merupakan warga Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Dirinya tidak dapat mengelak saat ditangkap, sebab polisi menemukan 20 paket besar ganja kering siap edar dari dalam tas tangan dan koper miliknya.

Kepada polisi tersangka mengaku nekat mengantarkan ganja dari Aceh ke Bukittinggi lantaran terpaksa, dan tidak punya pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini, selain menjadi kurir narkoba. Tersangka juga mengaku, ini yang pertama kalinya ia menjadi kurir ganja dengan upah yang dijanjikan sebesar Rp 6 juta.

“Saya bawa ini karena suami saya lumpuh, dia sakit, anak saya banyak, ada 6 orang. Yang paling kecil 1 tahun, rumah saya mau disita bank. Makanya saya terpaksa bawa ini, uang untuk makan pun tidak ada karena suami sakit,” ujar tersangka.

Menurut keterangannya, saat berangkat ke Bukittinggi tersangka hanya diberi uang Rp 1 juta, untuk biaya tiket bus dan biaya makan selama perjalanan. Sedangkan upah sebagai kurir yang dijanjikan itu akan ia terima jika aksinya berhasil dan kembali ke Aceh.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, bandar narkoba di daerah asalnya memanfaatkan tersangka dengan modus menyamar sebagai penumpang angkutan umum.

“Dari hasil interogasi, seluruh paket ganja tersebut dibawa dari Aceh berganti bus di Medan, Sumatera Utara. Lalu dibawa lagi  untuk  diedarkan di Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan sekitarnya,” tutur AKBP Erly.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment