Bayi yang Tertukar Mendapat Ganti Rugi

BERITAKITA.CO | Pengadilan Austria menuntut seorang petugas medis untuk membayar ganti rugi sebesar 90.000 euro atau sekitar Rp1,34 miliar atas insiden tertukarnya dua bayi yang terjadi hampir 30 tahun lalu.

Doris Gruenwald, lahir pada 1990, baru mengetahui bahwa dia bukan anak biologis dari pasangan yang selama ini dia kira sebagai orangtuanya, setelah melakukan cek darah rutin.

“Seluruh tubuh saya bergetar… Seolah-olah tanah di bawah kaki saya hilang,” katanya kepada harian Krone tahun lalu.

Namun, klinik University Hospital Graz, tempat dia dilahirkan, meragukan kejadian tertukarnya Gruenwald di klinik mereka dan menyatakan ada kemungkinan hal itu terjadi di kemudian hari dan di tempat lain.

Akan tetapi, pihak pengadilan yang menolak klaim tersebut, memutuskan bahwa kasus tertukarnya bayi tersebut terjadi dalam waktu 20 jam sejak kelahiran sang bayi dan saat ibunya, yang baru pulih dari operasi caesar, dipertemukan dengan sang bayi.

Pengadilan memutuskan adanya “kelalaian besar,” dan memberikan hak ganti rugi sebesar 30.000 euro atau masing-masing  10.000 euro  untuk Doris dan Evelin Gruenwald berserta suaminya, serta biaya dari pasangan yang telah membesarkannya.

Doris Gruenwald masih belum mengetahui siapa orangtua biologisnya, sementara korban yang satunya tidak tahu bahwa dia dibesarkan oleh orang lain.

Hal tersebut berlanjut meskipun pihak klinik tahun lalu membuka program tes DNA gratis bagi 200 perempuan yang lahir di sana di hari yang sama berserta ibu mereka.

Sejauh ini, baru sekitar 30 perempuan yang sudah melakukan tes dan belum ditemukan kecocokan.

Otoritas kesehatan setempat berencana untuk mengajukan banding atas keputusan itu, dengan mengatakan bahwa pengadilan gagal menetapkan bahwa bayi tertukar di rumah sakit tersebut, demikian seperti dilansir AFP.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment