Apakah Zionis Israel Membayar ISIS untuk Menyerang Iran?

BERITAKITA.CO | Apakah zionis Israel bertanggung jawab atas serangan di Iran? Serangan yang terjadi baru-baru ini juga membuktikan adanya opini idiot bahwa Iran mensponsori terorisme di Timur Tengah dan tempat lain, karena faktanya Iran sendiri adalah korban dari terorisme.

Baca juga :

Gedung Parlemen Iran Diserang ISIS

Pasukan Iran Menangkap dan Membunuh Pelaku Teror Teheran

Cobalah berkunjung ke salah satu kota besar yang ada di Amerika dan mulailah mewawancarai orang-orang di sana tentang apa yang mereka pikirkan saat mereka mendengar kata “perang”. Mereka pasti akan menyebutkan hal-hal seperti Perang Vietnam, Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Dan siapakah pihak yang benar dalam perang tersebut menurut mereka?
Tentu saja, mereka akan menjawab Amerika Serikat.

Berikutnya adalah pertanyaan halus yang juga harus Anda tanyakan pada mereka:

Apakah ada yang tahu tentang perang psikologis atau rahasia?

Mungkinkah zionis Israel mendukung terorisme sejak 1948 untuk kepentingan ideologis mereka?

Lalu, jika Anda  mengajukan pertanyaan tentang Osama bin Laden, hampir semua orang Amerika akan mengatakan bahwa dia adalah teroris yang menjadi dalang dalam serangan 9/11.

Tapi, jika Anda bertanya kepada mereka tentang Rabi dan teroris Meir Kahane, hampir semua orang akan mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang dia. Hal ini terjadi karena sebagian besar media zionis dan Neo Konservatif tidak ingin massa mengetahui kebenaran tentang aktivitas teroris Israel.

Seperti yang dikatakan mantan agen Mossad Victor Ostrovsky, ini adalah salah satu cara jitu yang digunakan zionis Israel untuk menipu sebagian besar masyarakat dunia. Zionis Israel bahkan merekrut mantan Nazi dalam operasi rahasia mereka, terlepas dari kenyataan bahwa mereka telah meyakinkan seluruh dunia melalui sebuah opini bahwa Nazi adalah orang-orang yang sangat  jahat.

Seseorang seharusnya tidak akan terkejut jika mengetahui bahwa Israel mendukung ISIS / al-Qaeda / al-Nusra / Daesh di Timur Tengah. Seperti yang telah ditunjukkan di banyak artikel, dan mereka telah mengakui hal itu.

Pertanyaan  kita sekarang adalah,  siapa yang bertanggung jawab atas serangan teroris baru-baru ini di Iran?

Tentu, ISIS yang akan disalahkan.

Tapi siapa yang membayar mereka?

Nah, buktinya belum terlihat jelas, tapi ada beberapa teori yang bisa kita pelajari.

Kita tahu pasti bahwa Israel membenci Iran sejak lama dan menuduh mereka mengembangkan reaktor nuklir serta membuat bom nuklir. Kita juga tahu bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menginginkan Amerika Serikat terlibat konflik langsung dengan Iran. Kita juga tahu bahwa dia selalu menyebar berita bohong tentang Iran.

Sebenarnya, berbohong sudah menjadi makanan halal bagi para zionis Israel. Kita juga tahu bahwa ISIS tidak pernah ingin terlibat konflik dengan Israel. Bahkan Zionis Newsweek telah melaporkan bahwa “Pejuang yang setia kepada kelompok militan Islam (ISIS) telah meminta maaf karena telah meluncurkan serangan terhadap pasukan Israel tahun lalu di wilayah Dataran Tinggi Golan yang disengketakan, menurut mantan menteri pertahanan Israel.”

ISIS, seperti yang kita semua tahu sekarang, sedang memerangi musuh Israel yaitu Iran di Suriah. Dan pejabat Israel telah merespon dengan memberi dukungan cukup kepada organisasi teroris tersebut agar tetap hidup di medan perang.

Jadi, apakah zionis Israel bertanggung jawab atas serangan di Iran? Serangan baru-baru ini juga membuktikan atas opini idiot yang mereka buat, bahwa Iran mensponsori terorisme di Timur Tengah dan tempat lain.

Donald Trump telah membuat semacam perjanjian dengan  Saudi Arabia, dan menyatakan, “Pelaku teroris yang kelaparan, dana mereka, dan ideologi militan mereka, akan menjadi dasar untuk mengalahkan mereka,”

Tapi anehnya, tidak ada diskusi untuk mencegah ancaman ISIS ini supaya segera berakhir. Juga tidak disebutkan negara mana yang telah memberi para teroris ini akses masuk ke zona perang, dukungan finansial, dukungan persenjataan dan status sosial yang dibutuhkan untuk perekrutan.

Sebenarnya, zionis Israel adalah pihak yang bertanggung jawab atas begitu banyak ketidakstabilan di wilayah ini.

Trump juga berkomentar tentang Iran, “Dari Lebanon, Irak hingga ke Yaman, Iran adalah pihak yang mendanai, memberi senjata, dan melatih milisi, teroris dan kelompok perlawanan lainnya yang menyebarkan kehancuran dan kekacauan di seluruh wilayah Timur Tengah. Selama beberapa dekade, Iran telah memicu konflik sektarian dan teror”.

“Iran adalah negara yang secara terbuka berbicara tentang pembantaian massal, dengan bersumpah untuk menghancurkan Israel dan memberikan ancaman teror ke Amerika. Di antara intervensi Iran yang paling tragis adalah di Suriah. Dengan dukungan Iran, Assad telah melakukan kejahatan yang luar biasa, dan Amerika Serikat telah mengambil tindakan tegas untuk menanggapi penggunaan senjata kimia terlarang oleh rezim Assad  dengan meluncurkan 59 rudal tomahawk ke pangkalan udara Suriah dari tempat serangan pembunuhan itu berasal”, demikian kata Trump.

Selanjutnya Trump juga berkata, “Negara-negara yang bertanggung jawab harus bekerja sama untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Suriah, membasmi ISIS, dan memulihkan stabilitas kawasan ini.”

Apa maksud pernyataan Trump ini ?

Trump bahkan tidak tahu bahwa Iran telah bertempur melawan ISIS di Suriah sejak perang dimulai.

Kebodohan semakin terlihat jelas, ketika Trump menyatakan, “Iran harus bersedia untuk meminta maaf. Semua negara  harus bekerja sama untuk mengisolasi Iran dan menghentikannya memberi pendanaan untuk terorisme, dan berharap suatu saat nanti rakyat Iran memiliki pemerintahan yang adil dan demokratis yang layak mereka dapatkan.”

Sejak awal, Iran memang telah menjadi topik pembicaraan Barat dan Donald Trump telah diterima di komunitas Yahudi dengan mengemukakan satu demi satu opini kebohongan  mengenai Iran. Tepat setelah serangan terjadi di Iran, pemerintah Trump menyatakan: “Kami menggarisbawahi bahwa negara-negara yang mensponsori terorisme beresiko menjadi korban kejahatan yang mereka promosikan.”

Anehnya, tidak ada satu orang pun di pemerintahan AS yang bisa menjelaskan kepada dunia mengapa Amerika Serikat bersekutu dengan Arab Saudi, sebuah negara yang juga dianggap mensponsori terorisme dan telah membantai pria, wanita dan anak-anak di Yaman.

Oleh: Jonas E. Alexis pada tanggal 10 Juni 2017

Jonas E. Alexis lulusan di Palm Beach Atlantic University dan Grand Canyon University, AS.
Keahlian utamanya adalah sejarah kekristenan, kebijakan luar negeri A.S., sejarah konflik Israel / Palestina, dan sejarah gagasan. Dia adalah penulis buku baru, Christianity & Rabbinic Judaism: Sejarah Konflik Antara Kekristenan dan Yudaisme rabinis dari abad pertama sampai abad kedua puluh satu.

Editor: Herry

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment