Soal Qatar, Trump : Berhenti Mengajari Orang Untuk Membunuh

BERITAKITA.CO | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan Qatar untuk menghentikan pendanaannya pada terorisme. Trump terang-terangan menyebut Qatar sebagai pendonor terorisme.

“Negara Qatar, sayangnya, secara bersejarah telah menjadi penyandang dana terorisme di tingkat sangat tinggi,” ujar Trump yang didampingi Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/6/2017).

“Saya memutuskan dengan Rex Tillerson bahwa saatnya tiba untuk menyerukan kepada Qatar agar berhenti mendanai dan menyokong ideologi ekstremis. Berhenti mengajari orang untuk membunuh orang lain. Kami ingin Anda kembali ke persatuan negara-negara,” ujar Trump kepada para wartawan.

Komentar Trump itu disampaikan kurang dari 2 jam setelah Tillerson meminta negara-negara Teluk melonggarkan blokade terhadap Qatar, yang dituding Arab Saudi cs sebagai negara pendonor terorisme. Blokade itu, menurut Tillerson, berdampak pada sisi kemanusiaan.

“Ada konsekuensi kemanusiaan dari blokade ini. Kita menyaksikan adanya kekurangan pangan, keluarga terpaksa berpisah, dan anak-anak ditarik dari sekolah-sekolah,” kata Tillerson.

Namun Menlu AS itu juga menyerukan Qatar untuk “responsiv atas keprihatinan tetangga-tetanggga” dan segera memberantas pendanaan ekstremis.

“Emir Qatar telah membuat kemajuan dalam menghentikan dukungan finansial dan mengusir para teroris dari negaranya, namun dia harus berbuat lebih banyak lagi dan dia harus melakukannya lebih cepat,” ujar Tillerson.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Bahrain, serta Yaman, Libya, Maladewa dan Mauritania telah memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Pemutusan hubungan dilakukan karena negara-negara tersebut menuduh pemerintah Qatar mendukung terorisme dan kelompok-kelompok ekstrem, termasuk ISIS dan al-Qaeda.

Pemutusan itu juga disertai larangan bagi maskapai Qatar Airways menggunakan ruang udara keempat negara tetangga. Adapun warga negara Qatar diberi waktu selama dua pekan untuk meninggalkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Bahrain. Sebaliknya, warga keempat negara tersebut dilarang bepergian ke Qatar.

[Sumber : Detik.com]

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment