Salah Satu Icon Wisata Kota Istanbul

BERITAKITA.CO | Kota Istanbul Turki adalah kota tua yang banyak menyimpan sejarah peradaban dunia. Masjid Raya Sulaimaniah adalah salah satu saksi bisu dari sejarah kejayaan Dinasti Turki Ottoman yang ada di Istanbul.

Masjid yang dibangun 5 abad yang lalu ini merupakan salah satu landmark dari  Istanbul yang terkenal di seluruh penjuru dunia, selain Istana Topkapi , Mesjid Biru (Blue Mosque) , dan Aya Sofya (Hagia Sophia).

Masjid Raya Sulaimaniah terletak di atas sebuah bukit di belakang Universitas Istanbul, untuk lebih jelasnya lihat lokasinya berdasarkan google map berikut:

Jika Anda mengunjungi Turki, Masjid Raya Sulaimaniah ini menjadi salah satu objek wisata yang wajib  untuk Anda kunjungi.

Sejarah Masjid Raya Sulaimaniah

Masjid Raya Sulaimaniah dibangun pada tahun 1550 M dan selesai pada tahun 1558 M atas perintah Sultan Sulaiman (Sultan Süleyman) atau yang lebih sering disebut King Suleiman dengan gelar  Suleiman The Magnificent.

Masjid ini dibangun untuk menyaingi kemegahan dari Aya Sofya yang notabene adalah katedral yang dibangun oleh Kekaisaran Romawi Timur sebelum diambil alih oleh Sultan Mehmed II.

Biaya yang dihabiskan untuk membangun Masjid Sulaimaniah pada masa itu adalah 21 Juta Lira atau sekitar 199,4 Miliar Rupiah.

Ada sebuah kisah yang unik pada masa pembangunan masjid ini. Kala itu Sultan Sulaiman mendapatkan hadiah berupa batu marmer merah dari seorang Raja Romawi. Ia meminta kepada Sultan Sulaiman untuk meletakkan batu tersebut di mihrab.

Sultan Sulaiman yang semula senang kemudian curiga kenapa batu tersebut harus diletakkan di mihrab. Akhirnya beliau memanggil para ahli geologi dan bebatuan untuk menyelidiki batu tersebut.

Tak disangka ternyata di dalam batu marmer merah itu terdapat simbol-simbol salib.

Sultan Sulaiman menjadi marah dan meminta agar batu itu diletakkan di lantai dekat pintu gerbang.

Batu marmer ini sampai sekarang masih ada. Jika memasuki gerbang bagian depan masjid, maka batu marmer merah ini akan terlihat sangat mencolok karena semua batu marmer pada bagian depan masjid berwarna putih.

Disain dan Arsitektur Masjid Raya Sulaimaniah

Daya tarik dari Masjid Raya Sulaimaniah ini terletak pada perpaduan kebudayaan antara Islam dan Byzantium pada arsitektur bangunannya. Dari bentuk dan struktur bangunan terlihat jelas pengaruh kebudayaan Byzantium yang amat kuat.

Penggunaan kubah besar pada bagian atap Masjid Raya Sulaimaniah yang mencirikan kebudayaan Byzantium juga dapat kita temukan pada Hagia Sophia yang pada mulanya merupakan katedral kekaisaran Romawi Timur.

Bangunan masjid memiliki tinggi 53 meter dengan diameter kubah 26 meter. Pada sisi kiri dan kanan masjid terdapat empat buah menara dengan ketinggian 72 meter.

Perpaduan seluruh bagian masjid yang terlihat sangat megah dan indah ini benar-benar melambangkan kejayaan Dinasti Ottoman pada masa silam.

Keindahan dan kemegahan masjid ini tak lepas dari peranan seorang arsitek terkenal bernama Mimar Sinan. Beliau juga berperan dalam merancang banyak bangunan megah terkenal lainnya seperti Blue Mosque (Masjid Biru), Masjid Sultan Selim di Edirne, dan Taj Mahal di India.

Bagian Dalam Masjid Raya Sulaimaniah

Setiap bangunan bersejarah peninggalan peradaban Kerajaan Ottoman memang terkenal dengan keindahan dan kerumitan pada disain dan arsitekturnya. Begitu pula dengan Masjid Raya Sulaimaniah ini.

Bagian dalam masjid berukuran sangat luas, dengan panjang 59 meter dan lebar 58 meter. Lantai masjid ini terbuat dari ubin iznik yang halus dan tersusun rapi. Bagian mihrab terbuat dari marmer putih dan mimbarnya terbuat dari kayu dan gading dengan hiasan mutiara.

Kubah masjid memiliki diameter 26 meter dan tinggi 51,8 meter dengan dua buah sub kubah di kedua sisinya, tak heran jika kita berada di dalam dan mamandang ke atas serasa sangat tinggi dan luas sekali bagian dalam masjid ini.

Terlebih lagi dengan kaligrafi, dan hiasan ornamen keramik monolit yang membentuk pola yang amat indah pada dinding kubah, membuat Masjid Raya Sulaimaniyah ini semakin menakjubkan.

Makam Sultan Sulaiman dan Roxelana di Masjid Raya Sulaimaniah

Pada bagian belakang halaman masjid terdapat makam tempat disemayamkannya Sultan Sulaiman  dan istrinya yang bernama yaitu Roxelana (Haseki Hürrem Sultan).

Roxelana adalah istri yang paling dicintai Sultan Sulaiman. Sebagai seorang haseki (gelar untuk permaisuri yang melahirkan seorang pangeran/sultan) Roxelana memiliki pengaruh yang sangat besar pada masa itu.

Di tempat ini juga terdapat makam para sultan dari Kekaisaran Ottoman dan keturunannya. Sang arsitek jenius yang merancang Masjid Sulaimaniah, Mimar Sinan, juga dimakamkan di tempat ini.

Berkunjung Ke Masjid Raya Sulaimaniah

Siapa saja boleh berkunjung ke masjid ini, tidak dipungut biaya atau harus membeli tiket. Masjid ini tetap berfungsi sebagaimana masjid pada umumnya yaitu sebagai tempat umat muslim beribadah kepada-Nya.

Namun karena kemegahan dan nilai sejarahnya, masjid ini juga dijadikan salah satu destinasi wisata religi  paling populer di Turki.

Jika Anda berkunjung ke Turki, jangan lupa untuk shalat di masjid yang megah ini.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment