Bungong Jeumpa Kebanggaan Aceh

BERITAKITA.CO | Bungong Jeumpa, pasti tidak asing lagi terdengar oleh kita. Bungong jeumpa merupakan nama dari bunga yang tumbuh segar di Aceh yang aromanya sangat menyentuh. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia bearti bunga cempaka.

Kita juga sering mendengar lagu bungong jeumpa yang sering dinyanyikan saat acara-acara pemerintahan sampai acara pesta. Bahkan banyak penyanyi yang berasal dari luar Aceh yang terarik untuk menyanyikannya. Tapi, tahukan kita siapa sebenarnya yang menulis lagu tersebut ?

Beberapa ahli sejarah mengaitkan lagu bungong jeumpa dengan kerajaan Jeumpa Aceh. Ibrahim Abduh menulis lagu tersebut berdasarkan ikhtisar Raja Jeumpa yang disadur dari hikayat Raja Jeumpa. Kerajaan ini merupakan sebuah kerajaan yang berkembang pada abad ke 7 Masehi. Kerajaan ini berada di sekitar daerah perbukitan, mulai dari sisi sungai Peudada sampai Pantee Krueng Peusangan, sekarang dikenal dengan nama Kabupaten Bireuen. Istana kerajaan ini terletak di desa Blang Seupeung, sekarang dengan nama Cit Cibrek Pintoe Ubeuet.

Orang Aceh menggunakan bungong jeumpa untuk pelengkap tradisi karena warnanya yang menarik serta aromanya yang khas. Dalam upacara perkawinan, kuncup bunga jeumpa dimanfaatkan sebagai hiasan kepala dara baro (pengantin), tetapi seiring perubahan zaman, bunga ini kian sulit ditemukan, maka perlahan digantikan dengan kuncup melati. Selain itu, kebanggaan rakyat Aceh terhadap bungong jeumpa ditunjukan melalui ragam hias. Mulai dari pengrajin songket, interior rumah dan juga digunakan sebagai simbol / lambang dalam instansi pemerintahan di daerah Aceh.

Nah itulah bungong jeumpa, bungong kebanggan rakyta Aceh. Semoga harummu tidak akan pernah hilang dari tanah Aceh.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment