MUI Terbitkan Fatwa Penggunaan Media Sosial

BERITAKITA.CO | Majelis Ulama Indonesia (MUI), menerbitkan fatwa Nomor 24 tahun 2017, tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial, Selasa (06/06/2017).

Ketua umum MUI, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, fatwa tersebut diterbitkan untuk mecegah maraknya ujaran kebencian, permusuhan dan fitnah di media sosial yang sifatnya dapat memecah belah kebhinekaan masyarakat Indonesia.

Dalam fatwa MUI tersebut, tercantum beberapa hal yang diharamkan bagi umat muslim dalam menggunakan media sosial. Contohnya, umat muslim dilarang melakukan ghibah (membicarakan keburukan orang lain), fitnah, adu domba dan pemenyebar permusushan di media sosial.

MUI juga mengharamkan aksi bullying, ujaran kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan.

Umat muslim juga diharamkan menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i. Haram pula menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan waktunya.

Umat Muslim juga diharamkan menyebarkan hoaks serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti informasi tentang kematian orang yang masih hidup.

Yang terakhir, MUI juga mengharamkan aktivitas buzzer, khususnya bagi mereka yang mencari keuntungan dengan cara menyediakan atau menyebarkan informasi hoaks, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, dan gosip, baik yang bertujuan untuk muamalah maupun non-muamalah.

Fatwa penggunaan media sosial ini, diresmikan pada 13 Mei 2017 dan baru disahkan secara simbolis oleh MUI dan Kemenkominfo. MUI berharap, dengan disahkannya fatwa tentang penggunaan media sosial yang tepat di bulan Ramadhan ini, setiap pengguna media sosial dapat menahan diri dari hal-hal yang tidak baik.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment