Suriah, Pintu Masuk Perang Dunia ke 3.

BERITAKITA.CO | Perang Suriah tampaknya masih akan terus berlanjut, seiring meningkatkan pertempuran antara koalisi tentara AS, Pasukan Khusus Inggris dan proxy militan bentukan AS dengan pasukan rezim Assad di bagian tenggara Suriah.

Pertempuran ini bertujuan untuk mengendalikan sebanyak mungkin wilayah perbatasan Suriah-Jordania-Irak. Kontrol atas wilayah perbatasan tersebut berarti bisa menghalangi jalan utama Damaskus-Baghdad yang menjadi jalur penting bagi koalisi Suriah untuk mendapatkan dukungan logistik baik dari Iran maupun Irak. Hal ini tentu saja mencakup pemblokiran terhadap bantuan peralatan dan kendaraan militer, untuk memaksakan situasi memenangi perang bagi pasukan koalisi AS.

Koalisi AS tidak ingin orang-orang Suriah menjadi mitra kelompok teroris kecuali jika AS menyetujuinya. Intrik dari koalisi AS-Israel-Saudi adalah menumbangkan rezim Assad dengan berbagai cara dan media-media Barat telah menjadi corong dari koalisi tersebut dalam pembentukan opini dunia, termasuk menyudutkan Iran dan Rusia sebagai salah satu pendukung utama Assad atas pelanggaran HAM dan kehancuran yang terjadi saat ini.

Kehancuran Suriah adalah obsesi dari koalisi ini. Kehancuran Suriah akan mempersempit suplai logistik persenjataan militer bagi Hamas dan Hizbullah untuk dapat menyerang Israel. Kehancuran Suriah juga akan menutup peluang ekspansi aliran syiah di kawasan Timur Tengah yang selalu merongrong kewibawaan Arab Saudi.

Perdamaian akan sangat sulit terjadi di Suriah. Selain karena sentimen perbedaan aliran agama antara Syiah dan Sunni, perang ini juga sudah melibatkan dua negara adidaya yang saling berhadapan yaitu AS dan Rusia. Mungkinkah perang Suriah menjadi pintu pembuka dari terjadinya perang yang lebih dahsyat lagi, yaitu perang dunia ke 3 ?

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment