Kesepakatan Iklim Paris, Apa yang Perlu Anda Ketahui

BERITAKITA.CO | Pada bulan Desember 2015, setelah bertahun-tahun melakukan negosiasi, 195 negara membuat komitmen baru untuk bekerja sama dalam mengatasi perubahan iklim global.

Pada bulan Juni 2017, 195 anggota UNFCCC atau Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menandatangani sebuah kesepakatan tentang iklim, dan 148 telah meratifikasinya.

Kesepakatan yang ditandatangani di Paris ini, dinilai sebagai titik balik kebijakan iklim global,  dan mulai berlaku pada 4 November 2017.

Namun kemarin, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menarik diri dari kesepakatan tersebut dan berniat untuk mencari kesepakatan baru.

“Jadi kita keluar, tapi kita akan mulai bernegosiasi dan melihat apakah kita bisa membuat kesepakatan yang adil,” katanya.

Penarikan diri tersebut juga mencakup pembatalan semua kontribusi AS terhadap Green Climate Fund, yang menurut Trump “merugikan AS dengan jumlah besar”.

Inilah yang perlu anda ketahui tentang Paris climate agreement atau kesepakatan iklim Paris.

1) Apa kesepakatan iklim Paris?

Adalah kesepakatan dalam UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) yang menangani mitigasi, adaptasi dan pembiayaan emisi gas rumah kaca mulai tahun 2020.

Tujuannya adalah untuk membatasi kenaikan suhu global 2 derajat celsius di atas tingkat pra-industri pada tahun 2100.

Tingkat ini dianggap sebagai titik kritis yang penting, di mana jika terjadi kenaikan suhu global di atas 2 derajat, akan ada konsekuensi serius bagi produksi pangan global dan membuat iklim menjadi yang lebih berbahaya. Banjir dan kekeringan akan mudah terjadi.

2) Negara mana yang tidak termasuk dalam kesepakatan iklim Paris?

AS hanya akan bergabung dengan Nikaragua dan Suriah, karena negara-negara tersebut belum menandatangani kesepakatan tersebut.

3) Apakah perubahan iklim itu nyata?

Suhu udara bumi dan jumlah panas yang terperangkap di lautan terus bertambah dari tahun ke tahun dan 2016 dinyatakan sebagai tahun terpanas .

Perubahan iklim dapat menyebabkan ketidakstabilan politik, meningkatnya ketegangan masyarakat dan dapat menambah beban baru pada sektor ekonomi dan pemerintah.

Sebuah laporan menyatakan, sejumlah besar orang kemungkinan akan tergusur akibat kelaparan dan kekeringan.
Sebuah studi lain yang didanai NASA juga mengatakan bahwa peradaban industri global menuju keruntuhan dalam beberapa dekade mendatang terkait dengan perubahan iklim.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment