Ini Hukumnya Orang Berpuasa, Namun Meninggalkan Shalat

BERITAKITA.CO | Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, yang dihadirkan oleh Allah Ta’ala sebagai ladang amal bagi umat Muslim. Di bulan yang satu ini, semua amal ibadah dilipat gandakan oleh-Nya, dan begitu banyak amalan yang hanya terdapat di bulan Ramadhan.

Dari sekian banyak jenis amalan yang diserukan oleh Allah, salah satu yang paling identik dengan Ramadhan ialah Puasa wajib. Dalam firman-Nya, Allah Berkata :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”, (QS. Al Baqarah :183).

Dengan datangnya bulan yang penuh kemuliaan tersebut, keseluruhan umat Islam berbondong-bondong melaksanakan kewajiban, yaitu berpuasa di siang hari. Akan tetapi, tidak sedikit pula dari kalangan tersebut yang puasanya lancar, namun mereka meninggalkan shalat fardhu 5 waktu.

Lalu bagaimana status puasanya orang-orang yang demikian itu ?

Dalam Surah At-Taubah ayat 11, Allah SWT berfirman :

“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama”, (QS. At Taubah : 11).

Kemudian hal serupa juga disampaikan dalam sabda Nabi SAW :

“Pembatas antara Muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan Shalat”, (HR. Muslim, No. 82)

Dalam sabda yang lainnya Rasul SAW juga mengatakan :

Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Dari firman Allah dan kedua hadist Rasul SAW tersebut, para ulama menyimpukan, orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat wajib, maka puasanya itu tidaklah diterima di sisi Allah. Karena, orang yang tidak mendirikan shalat hukumnya adalah kafir, sementara orang kafir itu tidak dihitung amalannya ataupun ditolak.

Firman dan kedua Hadist tersebut sangatlah kuat, bahkan seorang tabi’in yang sudah masyhur, Abdullah bin Syaqiq, sebelumnya pernah berkata : “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” [Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari ‘Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy; seorang tabi’in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52,]

Oleh karenanya, anjuran yang benar adalah, dirikanlah shalat, lalu berpuasalah, karena orang yang puasa namun tidak shalat, tiada lain yang diperolehnya kecuali lapar dan dahaga.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment