FBI Bantu Qatar Investigasi Masalah ‘HOAX’

BERITAKITA.CO | FBI diyakini telah membantu Qatar dalam menyelidiki kasus peretasan kantor berita resminya, yang telah menyebabkan ketegangan diplomatik di antara negara-negara Teluk Arab.

Sebuah tim FBI telah berada di Doha selama seminggu terakhir setelah pemerintah Qatar meminta bantuan AS menyusul serangan cyber oleh peretas bulan lalu yang menampilkan ucapan palsu (hoax) dari Emir Qatar, terkait hubungan erat Qatar dengan Iran, Hizbullah dan Ikhwanul Muslimin, di situs kantor berita resmi, Qatar News Agency (QNA).

Sontak, ucapan palsu atau hoax tersebut menyulut ketegangan antara Qatar dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang diketahui menjadi pesaing utama Iran di kawasan Timur Tengah.

Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Jumat bahwa: “Qatar meminta dukungan Amerika dan sebuah tim yang dikirim telah berada di Doha sejak Jumat lalu, bekerja dengan kementerian dalam negeri Qatar.”

Dua negara lain yang tidak disebutkan namanya juga membantu penyelidikan tersebut.
Qatar meluncurkan penyelidikan tersebut setelah menuduh hacker menerbitkan ucapan palsu yang dikaitkan dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di laman QNA.

Meskipun ada bantahan keras oleh Qatar, yang mengatakan bahwa mereka telah menjadi korban “cybercrime” yang memalukan “, Arab Saudi dan UEA merespon  ucapan tersebut secara keliru.

Laporan palsu tersebut mengatakan Sheikh Tamim, dalam sebuah pidato di sebuah upacara wisuda militer, mengkritik ketegangan baru-baru ini dengan Iran, menyatakan perlunya mengkontekstualisasi Hizbullah dan Hamas sebagai gerakan perlawanan terhadap Israel.

Kantor berita Reuters mengutip seorang juru bicara pemerintah Qatar yang mengatakan bahwa pada saat Sheikh Tamim menghadiri upacara wisuda tersebut, dia “tidak membuat pidato atau memberikan pernyataan apapun”.

Sejak kejadian tersebut, pihak berwenang di Arab Saudi dan UEA memblokir situs-situs Al Jazeera dan Al Jazeera English.

Jaringan Media Al Jazeera yang berbasis di Doha telah membuat pernyataan, bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan pemberitaan palsu tersebut.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment