Jingki, Alat Penumbuk Tradisional Masyarakat Aceh

BERITAKITA.CO |  Mungkin sebagian dari masyarakat Aceh modern ini tidak begitu mengenal dengan alat tradisional yang satu ini. Alat yang digunakan untuk menumbuk beras menjadi tepung ini merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Aceh sebelum adanya teknologi canggih seperti sekarang.

Jingki atau jeungki adalah alat tradisional Aceh, terbuat dari kayu pilihan yang terdapat di hutan Aceh, digunakan untuk menumbuk padi, beras, sagu dan lain-lain.

Zaman dulu, jingki hampir ada di setiap rumah orang Aceh. Pada bulan ramadhan jingki ramai digunakan untuk mengolah tepung untuk dijadikan bahan kue pada waktu hari raya nantinya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman jingki sudah sangat jarang digunakan. Hanya masyarakat Aceh yang diperkampungan mungkin masih menggunakan Jingki. Sedangkan di kota hanya terpajang di museum saja.

Cara kerja jingki adalah digerakkan dengan kaki pada titik tumpang yang lebih keujung sehingga akan mengangkat ujungnya yang satu lagi dan memberikan pukulan yang kuat. Pada ujung pengungkit dipasang suatu kerangka terdiri atas 2(dua) bagian tegak lurus yang di hubungkan oleh kayu as (penggerak) harizontal yang membuat jeungki akan naik turun. Sedangkan di titik ujung yang untuk menumbuk lesung digunakan Alu (Alee dalam bahasa Aceh).

Keberadaan Jingki dulunya mengajari makna kebersamaan dan kerjasama dalam tim karena bagaimana pun Jingki tak bisa beroperasi atau berjalan bila hanya satu orang. Selain itu, makna sosial sangat erat pula dengan adanya jingki tersebut.

Itulah sekilas tentang jingki, alat penumbuk tradisional Aceh yang telah dilupakan masyarakat Aceh. semoga bermanfaat….

 

[Sumber : suaatjeh.blogspot.co.id]
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment