Budaya Masyarakat Jepang yang Patut Ditiru

BERITAKITA.CO | Budaya Jepang cukup membuat penasaran, selain dikenal dengan orang-orangnya yang pantang menyerah, negaranya pun menjadi salah satu negara dengan produsen mobil terbesar di dunia. Kemajuan Jepang sangat pesat, terbukti pada tahun 2013 Jepang menempati posisi ke-24 negara terkaya, dan seiring waktu pada tahun 2015 kedudukan negara tersebut naik pesat menjadi urutan ke-7 terkaya dengan penghasilan US$ 228.880 GDP Percapita. Angka orang kaya pun bertambah pesat dan angka kematian kian berkurang.

Jepang yang dikenal dengan negeri Sakura ini, ternyata semakin maju, banyak wanita yang menginjakan kakinya ke dunia karir, hal ini membuat angka kelahiran Jepang merosot tajam sehingga membuat berkurangnya jumlah sensus penduduk. Apa sih tips dan trik Jepang menjadi Negara yang makin maju? Dan budaya apa yang dipegang masyarakat Jepang, hingga melahirkan generasi yang pintar?

Budaya Masyarakat Jepang yang Patut Ditiru :

 1. Membaca

Kamu akan menemukan orang-orang Jepang yang sibuk membaca, dari kebiasaan ini tidak susah untuk mereka menjalani profesi sebagai translator atau penerjemah, bahkan banyak diantara mereka yang memiliki profesi penulis buku. Semua berawal dari hobi mereka yang senang membaca, ketika mencari uang berdasarkan hobi pun tidak akan masalah. Selain itu, dengan membaca kamu akan menjaga kinerja otak agar tetap pintar. Walaupun teknologi sudah memperkenalkan smartphone pada dunia, namun masyarakat Jepang tetap menyukai buku, namun ada yang membaca melalui ponsel androidnya.

2. Hidup Hemat

Walau Jepang Negara yang maju sebagai penghasil mesin dan gadget yang canggih, namun faktanya orang Jepang selalu berhemat dengan memanfaatkan barang yang masih ada. Bepergian menggunakan kendaraan umum, ponsel seadanya, hidup mandiri, itulah cara berhemat masyarakat Jepang. Gaji yang mereka terima tidak dipakai untuk membeli hal-hal yang tidak penting. Mereka senantiasa berinvestasi, nabung, buka usaha lebih menggiurkan dibanding berfoya-foya. Padahal sering kamu dengar pernyataan ‘hemat pangkal kaya’, ternyata pernyataan tersebut sangat dipakai oleh masyarakat Jepang. Keren ya, sudah pekerja keras, pinter, hemat pula. Tiru yuk..

3. Malu

Malu? “Kenapa malu, kan pakai baju?” Itulah salah satu rentetan pertanyaan yang sering keluar dari mulut masyarakat Indonesia. Namun bukan malu itu yang digunakan oleh masyarakat Jepang, masyarakat Jepang selalu merasa malu jika melakukan suatu kesalahan. Berkesinambungan pada budaya Harakiri atau menusukan pisau ke perut yang telah ada sejak zaman dulu saat masih zaman Samurai. Bagi masyarakat Jepang, melakukan sesuatu yang salah terutama bila melanggar peraturan, seolah menanggung malu seberat 1 ton, waduh, patut tidak jarang masyarakat Jepang bunuh diri bila menemukan suatu kegagalan. Jangan ditiru ya? Dari kebiasaan seperti ini, pasti membentuk kepribadian yang lebih baik lho.

4. Menjaga Tradisi

Tidak aneh bila kamu datang ke Jepang sebagian orang disana tidak menggunakan bahasa Inggris. Bukan berarti mereka tidak bisa belajar bahasa Inggris, tapi mereka sangat mencintai tradisi dan budaya negara sendiri bahkan bahasapun menggunakan bahasa Jepang untuk keseharian. Dengan berpegang teguh untuk mencintai segala sesuatu yang berada di negaranya, Jepang berhasil membuat negara lain terkesima dan mengikuti adat Jepang tersebut. Sebagai contoh yaitu mie ramen, banyak orang awam bilang mie ramen adalah mie kuah yang menjadi menu favorit di Jepang. Namun pernyataan ini salah, jika kita selidiki lebih dalam, pembuatan mie ramen berasal dari China yang akhirnya menyebar ke Jepang. Di Jepang dibuat mie ramen yang lebih berkualitas. Hingga sekarang, mie ramen identik dengan makanan Jepang. Liat kan? Begitu kuatnya pengaruh Jepang di seluruh dunia.

5. Pantang Menyerah

Sifat pantang menyerah dalam diri masyarakat Jepang sudah ada sejak Perang dunia antara Hirosima dan Nagasaki. Hem, dimana Jepang masih bisa bangkit dan memulai ekonomi dari nol hingga mencapai ekonomi yang tinggi di dunia. Bangsa Jepang, masih menggunakan budaya tahan banting dan pantang menyerah di kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan ketika mereka memiliki suatu cita-cita dan selalu belajar hingga akhirnya masyarakat Jepang dikenal dengan orang-orang yang pantang menyerah. Sifat ini bagus untuk kita tiru loh. Tetap berusaha keras, belajar, eksekusi, evaluasi. Pasti hidup kamu bisa lebih baik.

6. Pandai Kerjasama Dalam Tim

Jepang memang terkenal dengan orang-orangnya yang pandai dan pintar, namun sifat-sifat itu tidak membuat mereka egois dengan sudut pandangan masing-masing. Ketika bekerja secara tim, masyarakat Jepang tidak menilai secara individual, malah lebih fokus pada kepentingan bersama. Bayangkan, bila cara ini digunakan di negara tercinta kita, apa yang terjadi di dunia ekonomi tanah air? Setiap kamu kerja, bisa saja kamu membekali hard skill dari Universitas ternama, namun kamu tidak ingin bekerja sama saat bekerja. Itu sungguh salah besar.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment