Pengacara Mohammed al-Roken Dianugerahi Penghargaan Utama HAM

BERITAKITA.CO | Seorang pengacara senior Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed al-Roken, yang dijatuhi hukuman 10 tahun pada tahun 2013 karena merencanakan melawan pemerintah, pada hari Sabtu (27/5/20017) mendapatkan penghargaan utama hak asasi manusia.

Mohammed al-Roken termasuk di antara 69 orang yang dipenjara dengan tuduhan berkomplot untuk menggulingkan pemerintah Uni Emirat Arab. Dia divonis hukuman 10 tahun penjara dalam sebuah pengadilan massal yang dikritik oleh kelompok hak asasi manusia.

Dia mendapatkan penghargaan  Ludovic Trarieux Award, setelah komite juri memutuskan bahwa Roken telah mencurahkan dua dekade untuk mempertahankan kebebasan fundamental dan penegakan HAM di UEA.

Mohammed al-Roken, seorang mantan kepala Asosiasi Ahli Hukum UEA,  54 tahun, ditangkap pada bulan Juli 2012, setelah menjadi pengacara bagi beberapa lawan pemerintah.

Komite juri penghargaan menyesalkan persidangan atas Roken dan menuntut pembebasannya segera.


‘Dihukum atas tuduhan palsu’

Deputi direktur Amnesty International Timur Tengah dan Afrika Utara pada saat itu dengan kukuh mengkritik baik proses persidangan maupun vonis terhadap Roken.

“Terdakwa tampaknya sengaja ditargetkan hanya karena perbedaan pandangan, dan dihukum karena tuduhan palsu dan menolak hak dasar untuk melakukan persidangan yang adil,” kata Hassiba Hadj Sahraoui.

“Satu-satunya hal yang ditunjukkan pengadilan ini adalah kelemahan mendasar dalam sistem peradilan UEA,” tambahnya.

Menurut Amnesty, persidangan “dirusak oleh tuduhan penyiksaan yang dengan terang-terangan diabaikan, hak pembela juga diabaikan, dan pengamat independen dilarang masuk ke ruang pengadilan”.

Penghargaan tahunan, yang bernilai 20.000 euro ($ 22.000), mengakui pengacara dari setiap negara yang telah berusaha membela hak asasi manusia walaupun seringkali memiliki risiko besar terhadap diri mereka sendiri.

Lembaga Hak Asasi Manusia Eropa yang didirikan di Luksemburg, membuat penghargaan tersebut, dengan mengunakan nama Ludovic Trarieux, yang merupakan pendiri Liga Hak Asasi Manusia Prancis.

Nelson Mandela adalah penerima pertama penghargaan Ludovic Trarieux di tahun 1985, saat dirinya masih dipenjara oleh rezim apartheid Afrika Selatan.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment