BERITAKITA.CO | Beberapa budaya Indonesia telah diklaim oleh negara luar, sekarang sudah waktunya bagi kita untuk melestarikan dan mempertahankan budaya sendiri. Termasuk beberapa warisan yang akan selalu diakui selamanya oleh kalangan Internasional. Karena memang masih sangat tradisional dan asli dari leluhur nenek moyang Indonesia.

Inilah beberapa budaya Indonesia yang diakui dunia sepanjang masa, berikut ulasannya :

  1. Wayang Kulit

Wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, lumayan lama bukan? Wayang kulit itu sendiri berasal dari Jawa Timur dan berkembang ke daerah Jawa Barat. Jika kamu pernah liat kesenian wayang kulit, pasti bertanya-tanya, bagaimana cara menggerakan 2 wayang sekaligus dalam bersamaan? Nah, Itulah salah satu keahlian seorang dalang untuk memainkan wayang.

Bila diperhatikan, terdapat titik tumpu pada bahu dan sikut di tangan wayang kulit yang membuat gerakan wayang-wayang tersebut sangat lincah. Dimana dalang dapat memainkan lengan-lengan tersebut dengan jari-jemarinya. Terlihat simpel, tapi lumayan susah lho.

  1. Keris

Keris adalah sebuah senjata golongan belati yang banyak didapati di Indonesia, bentuknya khas seperti tidak tajam, padahal sangat tajam. Bila kamu perhatikan, beberapa keris bilahnya lurus, ada pula yang berkelok-kelok. Zaman dulu, keris digunakan sebagai senjata saat duel. Namun sekarang, keris menjadi salah satu aksesoris berbusana, sangat tradisional dan sering kali dijadikan koleksi yang bernilai dan memiliki estetika yang tinggi. Pada tahun 2005 UNESCO mendaftarkan keris sebagai salah satu budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

  1. Batik

Pasti semua orang kenal batik bukan? Kain yang pembuatannya khusus by handmade. Konon, batik sudah ada sebelum masa penjajahan. Tidak heran semua orang mengenal batik. Zaman sekarang batik tradisional sering dikombinasikan dengan model baju modern, seni tradisionalnya ada, modernnya pun ada. Beberapa perusahaan dan bahkan sekolah-sekolah, menerapkan budaya hari pakaian batik untuk digunakan di hari tertentu, lalu anak-anak akan menggunakan pakaian batik. Secara tidak langsung, hal-hal sederhana seperti itu memperkenalkan anak dengan batik.

Menurut warna dan corak ternyata memiliki lambang dan makna tersendiri. Corak bunga pengaruh dari penjajah Eropa dan kerap kali berwarna biru, Tionghoa mempopulerkan corak phoenix dan warna merah, umumnya batik tradisional masih mempertahankan coraknya dengan warna yang terbatas. Batik pun terdiri dari 3 macam, yaitu : Batik Tulis, Batik Cap, dan Batik Lukis. UNESCO telah menetapkan batik menjadi salah satu budaya Indonesia sejak 2 Oktober 2009. Tanggal tersebut sekaligus menjadi hari batik nasional.

  1. Angklung

Angklung, alat musik tradisional asal Jawa Barat ini berhasil menarik dunia, hingga akhirnya pada tahun 2010 UNESCO memberikan penghargaan bahwa angklung adalah alat musik yang melambangkan kebudayaan Indonesia. Menurut berbagai pendapat, kesenian angklung memiliki makna kerja sama. 1 angklung menghasilkan 1 not, bila ingin memainkan nada yang banyak otomatis harus memainkan banyak angklung dengan not yang berbeda-beda. Berkesan ribet? Tapi tidak kalau dimainkan bersama-sama. Kesenian angklung biasanya dijadikan salah satu pelajaran kesenian di Sekolah Dasar di Bandung, hal ini menjadi salah satu wujud cinta budaya Indonesia.

  1. Tari Saman Gayo

Inilah salah satu tarian yang sangat saya suka, Tarian Saman Gayo, karena berbagai gerakan sangat tegas dan mengasyikan. Bikin mata penonton gak bakal berkedip. Tahun 2011 akhirnya UNESCO menetapkan Tari Saman sebagai warisan budaya Indonesia yang patut dibudidayakan keseniannya. Oleh sebab itu, semua sekolahan di Aceh memasukan Tari Saman ke ekstra kulikulernya. Diperkirakan tarian ini sudah ada sejak 700 tahun yang lalu, ketika para ulama ingin menyebarkan agama islam melalui pesan moral. Kebersamaannya terlihat dari gerakan saman yang kompak, perkasa, cepat dan agresif.

  1. Noken

Noken adalah tas yang dibuat oleh masyarakat papua untuk membawa keperluan sehari-hari. Noken dibuat oleh para ibu-ibu Papua, jika wanita disana belum bisa membuat noken, mereka tidak akan dianggap dewasa. Karena inilah salah satu syarat untuk menikah. Dengan mengandalkan bahan baku dari hutan seperti kayu pohon Manduam, Nawa atau Anggrek hutan.  Namun sekarang, tidak semua wanita Papua bisa membuat noken. Akhirnya pada tahun 2012 UNESCO menetapkan kerajinan noken sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dengan harapan kerajinan ini dilestarikan dan dikembangkan.

  1. Sekaten

Sekaten berasal dari kata Syahadat, diadakan sebagai hari memperingati ulang tahun Nabi Muhammad SAW, uniknya acara sekaten hanya di rayakan di 2 kota di Indonesia yaitu Solo dan Yogyakarta. Sejarah singkatnya, dulu Sultan Hamengkubuwana I, mengadakan sekaten di keraton Yogyakarta untuk mengajak masyarakatnya memeluk agama Islam. Hingga sekarang, bila ada seseorang yang ingin melihat gamelan Kyai Guntur Madu lewat gapura masuk, ia harus mengucapkan kalimat syahadat.

  1. Lumpia

Wow, inilah salah satu makanan ciri khas Indonesia. Makanan yang terdiri dari kulit lumpia ini membungkus daging, udang, dan telur. Sehingga ketika dimakan. Semua rasa berbaur di mulut kita. Lumpia atau bahasa kerennya rollade, awalnya berasal dari Tiong Hoa, rasanya perpaduan dari Tiong Hoa – Jawa, saat itu seseorang bernama Thoa Thay Joe memutuskan tinggal dan menetap di Semarang untuk berbisnis makanan Thiong Hoa, namun pelengkapnya berisi daging babi, dan saat yang sama ia bertemu dengan orang Jawa bernama Mbak Wasih, ia pun penjual makanan yang hampir sama namun rasanya manis isinya pun kentang dan undang. Mereka berdua pun mala saling jatuh cinta, dalam bisnis makanannya mereka mencoba mengkolaborasi rasa. hingga terciptalah lumpia. Lumpia sudah jadikan makanan khas Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2014.

  1. Gamelan

Gamelan adalah salah satu alat musik tradisional dari Indonesia. Nama gamelan itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya benda yang dipukul/ditabuh. Alat musik ini cukup populer hingga sekarang, dan telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2014. Gamelan terdiri dari Kendang, sharon, demung, peking, gong, bonang, slenthem, gender, gambang, rebab, siter, suling, kethuk dan kenong. Musik gamelan bisa terbilang hasil dari perpaduan dari berbagai karya seni yang dipengaruhi  seni luar negeri, seperti intrsumen musik yang berasal dari Asia Tenggara, drum band atau cara memainkannya diambil dari India, bowed string diambil dari daerah Timur Tengah, not nadanya diambil dari Cina, namun stylenya tetap musik tradisional dari Jawa dan Bali.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment