Mantan PM Yunani Terluka dalam Sebuah Ledakan

BERITAKITA.CO | Lucas Papademos, mantan perdana menteri dan mantan pimpinan bank sentral Yunani, terluka setelah sebuah alat peledak yang disembunyikan di sebuah amplop meledak di dalam mobilnya di ibu kota, Athena, pada hari Kamis 25/5/2017 waktu setempat.

Papademos, 69 tahun, menderita beberapa luka dangkal di dada, perut dan pahanya, namun kondisinya stabil dan luka-lukanya tidak mengancam jiwa, menurut sebuah pernyataan resmi dari Rumah Sakit Evangelismos.
Dia dibawa ke rumah sakit di pusat kota Athena, bersama dengan sopir dan pengawal pribadinya yang juga menderita luka ringan dalam ledakan tersebut dan ditahan sementara di rumah sakit tersebut demi alasan keamanan.

Papademos, yang sedang duduk di bagian belakang mobil, merasa sakit saat paket jebakan yang dibukanya meledak.

Belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab langsung atas kejadian tersebut.
Serangan tersebut secara luas dikecam oleh politisi dari semua partai besar Yunani, termasuk Perdana Menteri Alexis Tsipras, yang berada di Brussels dalam sebuah pertemuan puncak NATO.
“Saya dengan tegas mengutuk serangan terhadap Lucas Papademos, saya berharap  kepadanya dan orang-orang yang menemaninya segera pulih dari cedera,” dalam sebuah pesan di Twitter yang ditulis oleh Tsipras.

Papademos, yang lebih dikenal sebagai seorang teknokrat dan ekonom daripada seorang politikus, terlempar ke garis depan krisis utang Yunani saat dia dibujuk untuk menjadi perdana menteri sementara Yunani dari November 2011 hingga pemilihan Mei 2012, menggabungkan koalisi pemerintahan  rapuh antara kaum sosialis dan konservatif.

Yunani memiliki sejarah serangan dalam skala kecil terhadap politisi, bisnis dan polisi.
Pada bulan Maret, polisi mencegat delapan tersangka pelaku penyerangan di sebuah pusat pemilahan pos di Athena, beberapa hari setelah bom surat dikirim ke kementerian keuangan Jerman dan Dana Moneter Internasional di ibukota Prancis, Paris.
Sebuah kelompok di Yunani yang bernama Conspiracy of Fire Cells mengaku bertanggung jawab atas serangan pertama yang dikirim ke Jerman dan dicegat pada 15 Maret 2017.

Saat ini, Yunani tetap berada dalam resesi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Eropa, dan mengalami kegagalan dalam program bailout internasionalnya

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment