OPEC Perpanjang Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Dunia Naik

BERITAKITA.CO | Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat (AS) atau Kamis pagi WIB (25/5) setelah lima hari berturut-turut naik karena investor merealisasikan aksi ambil untung (profit taking). Ini terkait dengan meningkatnya harapan pasar akan diperpanjangnya kesepakatan pemangkasan output yang berdampak pada diterapkannya kembali kuota produksi oleh Organization of Petroleum Exporting Countries  (OPEC) dan sejumlah negara produsen minyak lain, termasuk Rusia.

Kesepakatan untuk memangkas nyaris 1.8 juta barel per hari (bph) dari produksi negara-negara utama tersebut, sedianya akan berakhir pada bulan Juni 2017, akan tetapi kini diperkirakan akan diperpanjang hingga Maret 2018, sesuai persetujuan Saudi-Rusia beberapa hari lalu.

Saat ini, Rusia menduduki kursi produsen minyak terbesar dunia, sedangkan Arab Saudi merupakan eksportir terbesar. Keduanya mengendalikan sekitar 20 juta bph output harian, setara dengan seperlima konsumsi minyak global.

Harga minyak acuan Brent crude futures LCOc1 diperdagangkan di 54,40 dollar AS per barel sebelum penutupan perdagangan. Sementara harga minyak WTI crude futures CLc1 diperdagangkan di level 51,76 dollar AS per barel. kedua acuan harga minyak dunia ini sudah naik 16 persen sejak harga terendahnya bulan ini.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment